Demo Blog

TEORI ORGANISASI UMUM1 TUGAS 1

by shela mutia on Nov.22, 2009, under

TUGAS 1
1.     JELASKAN PENGERTIAN ORGANISASI DAN MANAJEMEN???
Organisasi  dapat dipandang dari berbagai perspektif ,tetapi secara umum  organisasi wadah atau tempat bersatu orang-orang untuk mencapai suatu tujuan jadi organisasi  sebagai lembaga social yang terdiri atas sekumpulan orang dengan berbagai pola interaksi , karena organisasi merupakan sekumpulan orang- orang yang mempunyai pikiran dan  berkembang maka organisasi akan mempunyai suatu bentuk yang bersifat dinamis. Maka organisasi akan selalu berusaha untuk menyesuaikan dengan perubahan lingkungan internal dan eksternal.

Manajemen = to manage yang artinya alat pendukung utama organisasi mengelola,mengatur,mempercepat  mencapai tujuan dengan efektif dan efisien dapat disimpulkan manajemen adalah gabungan dari ilmu dan seni yang saling aplikatif bagaimana mencapai tujuan organisasi tertentu.
2.    TULISKAN FUNGSI MANAJEMEN MENURUT
a.    George terry                c. lether gullier
b.    Henry foyel                  d. ernest dale
Fungsi manajemen menurut :
a. George R. Ferry 
  • Planning (perencanaan)
  • Organizing (pengorganisasian)
  • Controlling (pengawasan)
  • Activating (pelaksanaan)
b. Henry Fayol :
  • Planning (perencanaan)
  • Organizing (pengorganisasian)
  • Commanding (instruksi)
  • Coordinating (pengkordinasian)
  • Controlling (pengawasan)
c.    Luther Gullick:
a. Planning (Perencanaan)
b. Organizing (Pengorganisasian)
c. Staffing (Penyusunan Pegawai)
d. Directing (Pembinaan Kerja)
e. Coordinating (Pengkoordinasian)
f. Reporting (Pelaporan)
g. Budgeting (Anggaran).

d. Ernest Dale :
  • Planning (perencanaan)
  • Organizing (pengorganisasian)
  • Staffing (penyusunan pegawai)
  • Directing (pembinaan kerja)
  • Innovating (pengembangan)
  • Representing (pengerjaan)
  • Controling (pengawasan)
PLANNING adalah merumuskan  perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Pembatasan yang terakhir merumuskan perencaan tindakan yang perlu untuk mencapai sasaran tadi.
ORGANIZING adalah kumpulan dua orang atau lebih yang bekerja sama dalam cara yang terstruktur untuk mencapai tujuan tertentu.
STAFFING adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan
DIRECTING atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi bimbingan, saran,kepada bawahan dalam menjalankan tugas masing-masing.
COORDINATING atau pengkoordinasian merupakan salah satu fungsi manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan,
CONTROLLING atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian,
INNOVATING merupakan fungsi manajemen berupa penelitian, pengembangan, dan / atau perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru,


CONTOH BAGAN STRUKTUR ORGANISASI







referensi :
http://wikipedia.com
buku pengantar gunadarma.
www.google.co.id






0 komentar more...

v-class

by shela mutia on Nov.22, 2009, under




0 komentar more...

MASYARAKAT INDONESIA DI TENGAH MODERNISASI DUNIA

by shela mutia on Nov.22, 2009, under

Latar Belakang
Dimana-mana masyarakat Indonesia menderita kekurangan sandang, papan dan pangan, mutu pendidikan pendidikan, sosial  budaya, tehnologi, tehnologi menurun di banding negara di dunia.
Apalagi menghadapi era globalisasi masyarakat Indonesia sangat belum siap terbukti masih  kalah dengan persaingan pasar. Produk luar banyak yang masuk ke masyarakat kita (import) sedangkan produk dari kita.
Namun dengan moderinisasi masyarakat Indonesia yang tadinya masih menggunakan tehnologi tradisional bisa menjadi teknologi modern. Tidak hanya tehnologi  saja namun masih banyak  aspek-aspek kehidupan yang mengalami  perubahan  akibat modernisasi.
Untuk itu sebabgai masyarakat Inodonesia, kita harus siap menghadapi modernisasi  yang semakin mendunia ini.
Rumusan Masalah
1.    Sebutkan dan jelaskan gejalan modernisasi  di Indonesia dalam aspek kehidupan?
2.    Upaya-uapaya yang harus dilakukan  asyarakat Indonesiadi tengah modernisasi?
Tujuan Masalah
3.    Kita dapat mengetahui  gejala modernisasi di Indonesia dalam banyak aspek kehidupan.
4.    Mengetahui upaya apa yang harus dilakukan masyarakat Indonesia di tengah modernisasi.
GAMBARAN TENTANG MODERNISASI
Modernisasi dalam arti farfiah  adalah proses menjadi masyarakat tradisional  menjadi masyarakat modern. Ini berarti proses perubahan  masyarakat dari masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern. Modernisasi adalah suatu gejala sosial  yang dapat kita amati tanda-tandanya dalam kehidupan  masyarakat. Kita dapat melihat wujud proses modernisasi tersebut dalam  perkembangan masyarkat di dunia maupun di Indonesia.
Menurut J.W Schoorl (1981) gejala modernisasi tidak bias  di definisian  hanya dalam satu atau dua kalmia karena gejala modernisasi melputi banyak  aspek kehidupan. Kita dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan modernisasi  hanya kalau kita mengenali  berbagai aspek tersebut.
Dari aspek ekonomi, gejala modernisasi dapat dilihat dari tumbuhnya  komplek industri secara besar-besaran yang mengadakan  produksi   barang-barang  konsumsi  dan barang-barang sarana produksi  secara masal. Ini berarti  tumbuhnya organisasi-organisasi yang komplek  untuk mendirikan,. Menyelenggarakan dan  mengembangkan aparat produksi itu serta mengadakan pembelian  bahan-bahan  baku  dan penjualan  produknya. Pengertian modernisasi kurang lebih sama dengan pengertian industrialisasi.
dunia yang berubah sifatnya dari semula bersifat mistik dan magis menjadi lebih rasional. Bersamaan dengan itu, terjadilah semacam sekulerisasi. Hal itu berarti bisdang-bidang kehidupan yang berbeda, dan aktifitas-aktifitas yang penting  sifatnya lebih terpecah-pecah dan lebih mandiri. Agama dan pandangan hidup juga berkurang  kaitanya dengn aktivitas-aktivitas sosial  ekonomi dan politik.
Dari uraian diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa modernisasi mencakup banyak aspek kehidupan. Meskipun demikian bukan berarti kita tidak bisa memberikan pengertian  modernisasi yang mencakup sebuah gejala tersebut. Melihat-aspek-asek modernisasi diatas, kita dapat menyimpulkan  bahwa modernisasi tidak tidak lain merupakan penerapan pengetahuan rasional dan  ilmiah terhadap semua aktivitas disebuah bidang kehidupan atau terhadap  semua aspek  masyarkat. Masyarkat dikatakan lebih atau kurang menerapakan pengetahuan dengan cara-cara  yang dapat dipertnggung jawabkan  secara ilmiah. Termasuk disini adalah penerapan sumber-sumber energi  tak bernyawa  atau alat-alat tehnologi  untuk memperbesar hasil produksi. Namun hal itu tidak hanya menyangkut pengetahuan  disegala bidang kihidupan atau menangani semua aktivitas manusia.
PEMBAHASAN
MODERNISASI MASYARAKAT INDONESIA
Mengikuti pengertian modernisasi kita dapat mengamati modernisasi di Indonesia dalam bayak aspek kehidupan. Berikut ini kit akan membahas  berbagai aspek  modernisasi tersebut di Indonesia satu persatu.
1.    Modernisasi di Bidang Tekhnologi dan Ekonomi
Modernisasi terhnologi di Indonesia dapat ita lihat dalam perkembangan pemakaian ternologi, dari semua bersifat sederhana menjadi bersifat komplek ternologi dalam setiap  sektor kegiatan ekonomi produksi masyarakat Indonesia. Hal ini berkaitan pula dengan terjadinya proses indistrialisasi disetiap sektor ekonomi di Indonesia.
Di sector  pertanian kita dapat menyaksikan gejala modernisasi pada penggunaan tehnologi  baru disalam kegiatan produuksi  pertanian. Penggumnaan tehnologi  itu kemudian menggubah cara produksi, tehnik produksi  dan hubungan-hubungan sosial  di pedesaan.
Sebagaimana diketahui  dalam hasil penelitaian  tim Study  Dinamika Pedesanan (SDP) dan Survey Agro Ekonomi (SAE) dari Institut Pertanian Bogor (IPB) sejak awal tahun 1970 an  di Indonesia telah terjadi  proses modernisasi  di sector pertanian. Hal itu ditandai penerapan tehnologi pertanian modern seperti:
1.    Pengantian penggunaan tehnologi dari semula meggunakan pupuk kandang menjadi pupuk urea.
2.    Pemakain bibit padi jenis unggul menggantikan jenis local
3.    Pemakaian  traktor bibit  padi jens unggul menggnatikan jenis local,
4.    Pemkaian traktor pengganti bajak.
5.    Penerapan  teknik irigasi baru dan
6.    Penggunaan mesin penggiling padi  menggantikan timbul padi.
Mesipun  berbagai unsur  tehnologi itu dibawa oleh program Bimbingan Masyarakat (Bimas)  Intensifikasi Masyarakat (Inmas),  Intensifikasi khusus (Insus). Program-program  disempurnakan menjadi  Suprainsus yang belaku  hingga sekarang ini.
Modernisasi tehnologi  juga dapat kita lihat dalam kemajemukan  produksi  ekonomi disektor industri perkotaan. Di sektor produksi, banyak teknologi dan cara produksi baru  yang berkembang untuk meningkatkan  produktivitas ekonomi. Penggunaan  tehnologi baru di sector industri dapat kita lihat, misalnya dalam pengguanan mesin baru dan mesin tenaga minyak bumi menjadi mesin tenaga listrik, penggunaan alat-alat elektronik,penggunaan komputer, telepon dan faksimili. Dari jenis-jenis tehnologi tersebut  ada yang berupa jenis tehnologi rendahm sedang atau menengah dan tehnologi canggih.
Tehnologi  rendah adalah jenis tehnologi yang sederhana tidak memerlukan tenaga khusus untuk mengoperasikannya.  Seperti gerobak, becak, cangkul, parang dna tombak. Tehnologi menengah adalah  jenis tehnologi  yang sudah mulai  memerlukan keahlian tertentu untuk mengoperasikannya, seperti mesin jahit, sepeda motor, mesin penggiling, padi dan msein bubut. Adapun tehologi canggih adalah  tehnologi yang berukuran besar komplek dan terdiri dari  banyak  komponen yang rumit untuk itu betul-betul diperlukan keahlian khusus, seperti tehnologi permbuatan kapal (di PT PAL Surabaya).
Penggunaan tehnologi  baru dapat mengubah cara atau   tehnik produksi  menjadi  lebih efisien. Oleh Karena itu, produksi dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan meningkat.
2.    Modernisasai di Bidang Sosial
Modernisasi di bidang ssosial  mencakup perubahan cara berfikir dan berperilaku, yang lebih rasional, efisien, individu dan pragmatis untuk mencapai tujuan yang telah direncankan  secara sistematis. Banyak seakli actor penyebab terjadinya  modernisasi social. Akan tetapi factor yang paling menonjoll  di Negara  sedang berkembang  seperti Indonesia  adalah faktir  tehnologi  dan perbubahan  teknik produksi ekonomi.

Di daerah perkotaan terjadi perubahan hubungan sosial yang disebabkan pekembangan industrialisasi di perkotaan. Sejak pelita 1 tahun 1970-an, pembangunan industri lulai digalakan sehinga berkembangan menjadi  berbagai jenis industri kecil, menengah dan besar di Indonesia. Munculnya berbagai  macam pabrik industri tersebut menimbulkan perubahan di dalam dua macam, yaitu masyarakat perkotaan yang berbasis ekonominya pada sektor  industri dan masyarakat pedesaan atau daerah pinggiran kota yang basis ekonominya pada sektor pertanian.
Modernisasi sosial dapat pula terjadi karena pengetahuan anggota masyarakat semakin meningkat. Peningkatan engetahuan itu seaga akbat  tingkat pendidikan dan kemampuan  memperoleh informasi. Perkembangan tehnologi  di bidang informasi dan komunikasi dapat mengubah pola pikir masyarakat menjadi lebih modern dan dinamis. Pendidikan anggota masyarakat menjadi  lebih terbuka dan kreatif dalam menerima unsur-unsur baru kemajuan.
3.    Modernisasi di Bidang Politik
Gejala modernisasi di bidang poitik  di Indonesia dapat dari munculnya birokrasi dan administrasi  pemerintahan yang baru dan pembentukan lembaga-lembaga politik modern. Modernisasi sistem politik  merupakan suatu sistem yang dijadikan  kernakga untuk mentapkan dan melaksanakan kebijaksanaan tujuan-tujuan yang  oleh masyarakat dianggap merupakan kepentingan umum.

Dalam pengetian ini proses modernisasi politik d Indonesia dapat dilihat pada gejala sebaai berikut:
Diferensiasi Struktur Politik
Timbulnya struktur  yang khas untuk keperluan  fungsi-fungsi politik  tertentu disebut diferensiasi struktur politik. Hal itu dapat dilihat dasar tumbuhnya organsasi-organisasi untuk tujuan politik, antara lain lembaga perwakilan, pembuatan undang-undang, pelaksanaan  keputusan, pemeliharaan sistem politik.
Rasionalisasi Kebudayaan Politik
Rasionalisasi kebudayaan politik adalah perubahan pandang tetang fungsi dan cara kerja lembaga politik,  khususnya tentnag shah tidaknya kekuasaan, yang semakin lama semakin  bersifat  rasional dan fungsional. Rasionalisasi  ini menggantikan  sistem kekuasan berdasarkan  kharisma dan atas dasar keturunan bangsawan yang berlaku  di zaman kerajaan.
Contoh, dahulu di zaman raja dipandang sah atas dasar keturunan dan pemilikan benda keramat warisan nenek moyang pendiri kerjaan yang memberi kekuatan kharisma tertentu.
Peningkatan Partisipasi PolitikPartisipasi anggota masyarakat dalam politik meningkat karena  beberapa hal yaitu sebagai berikut:

(1)    Integrasi Masyarakat lokal dalam politik nasional semakin besar.
(2)    Media komunikasi yagn semakin berkembang  pesat
(3)    Ketergantungan fungsi politik diantaranya organisasi dan kelompok politik semakin besar.
Dalam proses modernisasi politik, kekuatan-kekuatan sosial baru tersebut harus diberi diberi tempat dalam partisipasi politik agar kapasitas politik masyarakat untuk memecahkan kehidupan  politik bersama semakin besar.
4.    Modernisasi di Bidang Agama dan Kepercayaan
Modernisasi di bidang  agama dan kepercayaan merupakan bagian dari modernisasi masyarakat tehadap hidup dan kepercayaan  mereka. Modernisasi kebudayaan  masyarakat dapat kita lihat dalam perubahan-perubahan, baik materiil maupun idiil.
Dalam pengertian umum, modernisasi  budaya materiil adalah gejala kemajuan atau produk benda seni budaya dari  tradisi menjadi  lebih  modern. Pmebuatan benda seni  secara tradisional, seperti patung primitive, arsitektur tradisional, mengalami perubahan menjadi lebih modern, seperti bentuk patung kontemporer, arsitektur modern dan produk modern yang lain.
Modernisasi budaya idiil merupakan perubaan–perubahan cara berfikir manusia dari  berfikir mistik dan religius menjadi berfikir  rasional  dan  sekuler Dalam proses ini di dalamnya termasuk memudaarkan tradisi social yang semula diterima apa adanya dan dijadikan acuan perilaku sehari-hari tanpa ada keraguan, berganti  dengan kebebasan setiap  orang  untuk   untuk berfikir  madiri, rasional dan mengambil inisiatif  untuk meraih  suatu kepentingan tertentu dengan cara-cara  yang baku  berdasarkan  suatu  pertimbangan ilmiah. Cara berfikir  magis dan mistik  yang mengikuti tradisi  tertentu  disebut  cara berfikit tradisional. Adapun cara berfikir berdasarkan  rasionalitas  dan kebebasan orang disebut cara berfikir modern. Proses perubahan  dari cara berfikir tradisional menuju cara berfikir modern merupakan salah satu  bentuk  gejala modernisasi budaya masayrakat manusia.
Dari pengertian Van Perusen tersebut, terlihat bahwa modernisasi agama dan kepercayaan terbagi  dua macam, yaitu agama dan kepercayaan yang mewujud dalam bentuk materiil dan spiritual. Modernisasi keprcayaan di Indonesia  dalam bentuk materiil daapat dilihat dari berkembangknya tempat dan sarana peribadatan modern. Dalam modernisasi agama dan kepercayaa  yang bersifat idiil, masyarakat  sekarang sudah banyak yang meninggalkan  cara  berfikir kultus individual, mistik, dan magis di dalam agama dan kepercayaan  mereka menuju  ke cara berfikir yang rasional dan mandiri.
Dalam proses modernisasi jenis ini terlihat perubahan-perubahan berikut:
Upacara spiritual   yang sacral diganti dengan kegiatan organsisi yang fungsional.
Praktik perdukunan diganti dengan pengobatan kedokteran modern.
Diyakini bahwa semua hari adalah  baik bergantung pada cara memanfaatkannya.
Tidak ada lagi pandangan adanya  musim baik atau musim buruk, tetapi semua keuntungan  dan kerugian  bisa diperhitungkan  menurut ukurna teknik dan cara baku.
Proses modernisasi semacam itu diantaranya didorong oleh meningkatnya tingkat  pendidikan masyarakat dan berkembangnya penggunaan media informasi dan komunikasi modern.



MODERNISASI DAN URBANISASI INDONESIA
Modernisasi dapat menimbulkan perubahan-perubahan. Baik di masyarakat pedesaan maupun di perkotaan. Diperkotaan, modernisasi dapat menyebabkan berkembangnya pusat perdagangan, pusat industri, perkotaan dan aktivitas sosial budaya  modern seperti  tempat hiburan, perfilman dan gaya hidup  kota yang serba mewah, glamour dan penuh keramahan. Di perdesaan  terjadi peningkatan diberbagai  bidang, sebagai berikut.
5.    Pola hidup baru yang lebih dinamis
6.    Peningkatan penggunaan teknologi pertanian baru.
7.    Peningkatan pemilikan media masssa, seperti  televise, radio dan surat kabar.
8.    peningkatan  jumlah orang terdidik
9.    Peningkatan kesehatan penduduk.
Hal itu mengakibatkan terjadinya kesenjangan kehidupan yang mencolok antara daerah dan perkotaan. Kesenjangan social ekonomi  yang mencolok antara kedua daerah tersebut menyebabkan munculnya gejala urbanisasi. Modernisasi dan urbanisasi merupakan gejala yang berkaitan dan tidka bisa dipisahkansatu sama lain. Keduanya ibarat dua sisi dari mata uang yang sama. Tidak ada urbanisasi tanpa modernisasi,  sebaliknya tidak ada modernisasi tanpa  proses modernisasi, khususnya modernisasi di Negara sedang berkembang.
Proses urbanisasi merupakan bagian  penting bagi pertumbuhan  kota-kota besar di Indonesia selama ini. Dilihat dari segi pertambahan penduduknya,  kota-kota besar di Indonesia mengalami urbanisasi yang luar biasa.
Sebagai contoh, penduduk kota Jakarta berdasarkan angka-angka dalam sensus tahun 1980 sudah melebihi  6,5 juta jiwa. Padahal sepuluh  tahun sebelumnya, pada tahun 1971, Jakarta masih masih termasuk peringkat ke 18 sebagai kota terpadat di dunia dengan  jumlah penduduk sebanyak 4,5 juta jiwa. Ini berarti dalam kurun waktu  sepuluh tahun saja telah terjadi kenaikan penduduk lebih dari 50%  atau rata-rata lebih  dari 5% pertahun. Kota Surabaya sebagai kota terbesar kedua sesudah  Jakarta, menunjukkan lonjakan penduduk yang sangat pesat pula. Menurut hasil  penelitian Departemen  LitbangDPP FBSI dikemuknan bahwa laju urabnisasi di Kota Surabaya berkisar antara 8-10 persen  dari jumlah penduduk 1.    Faktor Penarik Terjadi Urabnisasi

Faktor penarik adalah berbagai macam daya tarik yang dimiliki kota yang membuat orang-orang desa tertarik pergi ke kota. Daya tarik yang dimiliki kota diantaranya adalah:
a.    Daya Tarik Ekonomi
Orang berharap akan mendapatkan pekerjaan di kota sehingga mendapatkan uang
b.    Daya Tarik Sosial
Suatu  hal berhubungan dengna usaha mencari pekerjaan yang sesuai dengna pendidikan adlaah keinginan untuk meningkatkan status sosial.
c.    Daya Tarik Pendidikan
Di Daerah perkotaan tersedia berbabgai fasilitas yang lebih baik dari pada di pdesaan.
d.    Daya Tarik Budaya dan Hiburan
Sepanjang masa, kota tempat untuk  mencari pengalaman baru dan mengikuti pola hidup modern.
2.    Faktor Pendorong Terjadianya Urbanisasi
Faktor pendorong merupakan kadaan-keadaan tertentu yang mendorong penduduk desa harus meninggalkan desa menuju ke kota.  Di antara foktor pendorong tersebut, faktor kemiskinan  desa-desa sering menjadi pendorong utamanya. Penyebabnya kemiskinan itu dapat  bermacam-macam, misalnya cepat bertambahnya penduduk yang tak seimbang dengan percepatan pertambahan persediaan tanah pertanian  baru,  adanya mekanisasi  pertanian  dan terdesaknya kerajinan rumah tangga  di desa-desa oleh  produk  industri modern lain itu, juga akibat kurangnya fasilitas untuk hidup, minimnya pendidikan  yang tersedia di desa, dan makin menyempitnya peluang berusaha di desa. Hal itu mendorong orang untuk meninggalkan  desanya dan mencari kesempatan serta kenikmatan hidup yang lebih baik di kota-kota besar.
PERKEMBANGAN ILMU  PENGETAHUAN  DAN TEHNOLOGI  SERTA INDUSTRIALISASI DI INDONESIA
Proses modernisasi di suatu masyarakat sedang berkembang, misalnya Indonesia, tidak bisa dilepaskan dari masalah  perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi (IPTEK) serta proses industrialisasi yang menyertainya. Kedua hal tersebut  merupakan tolak ukur yang sering digunakan untuk menilai apakah suatu  Negara telah melakukan  proses modernisasi atau belum dan sejauh mana proses  modernisasi telah berkembang. Pengembangan IPTEK di satu sisi  dan poses  indiostrialisasi di sisi lain  merupakan dua hal yang sangat penting bagi proses modernisasi di Negara sedang berkembang.
 Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi
Perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi (IPTEK) di suatu Negara  pada umunya bergantung pada banyak faktor. Masing-masing Negara memiliki strategi  dan caranya sendiri untuk mengembangkan iptek dan melancarkan proses industrialisasi, faktor perkembangan iptek di antaranya adalah sumber daya alam dan manusia
a.    Sumber Daya Alam dan Manusia
Ketersediaan sumber daya alam dan manusia  sangat penting untuk melihat sejauh mana kesiapan Indonesia  memasuki era iptek dan industrialisasi. Selama in Indonesia  sangat mengandalkan  sumber daya alam dan manusia. Ditinjau dari segi jumlah, sumber daya alam dan sumber daya manusia Indonesia sangat  melimpah di banding dengan Negara-negara lain. Akan tetapi, untuk memasuki era iptek dan industrialisasi, kita tidak bisa hanya mengandalkan  pada faktor kualitas (jumlah) sumber daya alam dan manusia
 Stategi Kebijakan Ekonomi
Tingkat perkembangan tehnologi  juga   dipengarhui oleh strategi kebijakan ekonomi yang ditempuh. Kebijakan ekonomi yang pertama di dasarkan  pada usaha untuk mengembangkan produksi barang yang memiliki keunggulan komparatif. Adapun kebijakan ekonomi yang kedua didasarkan  pada  penciptaan industri bertehnologi  tinggi yang mempunyai nilai  tambah besar. Kedua strategi itu telah  diterapkan   dalam kebijaksanan ekonomi Indonesia selama ini.
Industrialisasi di Indonesia
Pengembangan iptek dan strategi  ekonomi yang diambil  Negara mempunyai konsekwensi  khusus terhadap perkembangan industri di Negara bersangkutan. Ketika pemerintah dalam kebijakan  ekonomi  menekankan  strategi  keunggulan  komparatif hal itu ikut mempengaruhi pilihan tehnologi yang diambil dari sektor  industri yang dikembangkan. Pilihan tehnologi tidak begitu  menjadi  perhatian utama dalam  strategi  keunggulan komparatif.
Kesimpulan
bahwa  banyak masyarakat Indonesia yang telah mengalami  perubahan diberbagai aspek  kehidupan  akibat adanya modenisasi. Untuk itu, upaya yang harus  dilakukan Indonesia  adlah meningkatkan kualitas  sumber daya manusia di segala aspek kehidupan  agar tercipta masyarakat Indonesia yang cerdas dan bertanggung jawab.
REFERENSI :www.laskarnusakambangan.org/news/readmodernisasi 
0 komentar more...

PENGARUH IPTEK ZAMAN SEKARANG TERHADAP BUDAYA

by shela mutia on Nov.22, 2009, under



Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuanm ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan
dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif. Karena itu pazti ada  dampak-dampak positif dan negatif dari kemajuan teknologi dalam kehidupan manusia.


Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi informasi pun ikut berkembang dengan pesatnya. Dengan perkembangannya tersebut, berbagai macam kegiatan atau pekerjaan manusia pun sudah dapat digantikan dengan mesin-mesin otomatis. Pada awalnya manusia harus mengeluarkan kemampuan fisiknya yang cukup besar untuk melakukan kegiatan atau pekerjaannya tersebut, tetapi sekarang sudah tidak lagi. Perkembangan teknologi informasi sudah sangat diakui memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan manusia.
Pengembangan iptek dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang ada, bahkan banyak orang memuja teknologi informasi sebagai media yang akan membebaskan mereka dari segala permasalahan yang muncul di dunia ini. Teknologi informasi diyakini akan memberi umat manusia kesenangan, kebahagiaan dan kesejahteraan. Sumbangan teknologi informasi terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri lagi, namun manusia tidak bisa pula menipu diri akan kenyataan bahwa teknologi informasi mendatangkan banyak masalah dan berbagai bentuk penyimpangan-penyimpangan bagi manusia. Kalaupun teknologi informasi mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti teknologi informasi sama dengan kebenaran. Sebab teknologi informasi hanya mampu menampilkan kenyataan.
Tentu saja teknologi informasi tidak mengenal moral kemanusiaan, oleh karena itu teknologi informasi tidak pernah bisa mejadi standar kebenaran ataupun solusi dari masalah-masalah kemanusiaan. Dampak positif dan dampak negative dari perkembanganteknologi dilihat dari berbagai bidang:
1. Bidang Informasi dan komunikasi
Dalam bidang informasi dan komunikasi telah terjadi kemajuan yang sangat pesat. Dari kemajuan dapat kita rasakan dampak positipnya antara lain:
 Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui internet
 Kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui handphone
 Kita mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah. Dan lain-lain
Disamping keuntungan-keuntungan yang kita peroleh ternyata kemajuan kemajuan teknologi tersebut dimanfaatkan juga untuk hal-hal yang negatif, antara lain:
 Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris (Kompas)
 Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah gunakan fihak tertentu untuk tujuan tertentu
 Kerahasiaan alat tes semakin terancam Melalui internet kita dapat memperoleh informasi tentang tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara langsung dari internet.
 Kecemasan teknologi, Selain itu ada kecemasan skala kecil akibat teknologi komputer. Kerusakan komputer karena terserang virus, kehilangan berbagai file penting dalam komputer inilah beberapa contoh stres yang terjadi karena teknologi. Rusaknya modem internet karena disambar petir.




 Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki.Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu mentransformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut.
 Di bidang kedokteran dan kemajauan ekonomi mampu menjadikan produk kedokteran menjadi komoditi Meskipun demikian ada pula dampak negatifnya antara lain :
a. Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan
b. Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental “instant”.
3. Bidang Sosial dan Budaya
Akibat kemajuan teknologi bisa kita lihat :
 Perbedaan kepribadian pria dan wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol.Data yang tertulis dalam buku Megatrend for Women:From Liberation to Leadership yang ditulis oleh Patricia Aburdene & John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wanita dalam kepemimpinan semakin membesar. Semakin banyak wanita yang memasuki bidang politik, sebagai anggota parlemen, senator, gubernur, menteri, dan berbagai jabatan penting lainnya.
 Meningkatnya rasa percaya diriKemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan
rasa percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan semakin kokoh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa Asia.
 Tekanan, kompetisi yang tajam di pelbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras Meskipun demikian kemajuan teknologi akan berpengaruh negatip pada aspek budaya:
a. Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani”.
b. Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.
c. Pola interaksi antar manusia yang berubah Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.





0 komentar more...

KEANEKARAGAMAN BUDAYA DI INDONESIA

by shela mutia on Nov.22, 2009, under

telah kita lihat bahwa di indonesia memiliki banyak berbagai kulture budaya,suku,agama dan ras di indonesia.
bahkan kebudayaan tersebut,bahkan di beberapa daerah pun masih kental terhadap kebiasaan para leluhur kita .
seperti upacara adat dan perayaan-perayaan hari penting. beberapa daerah di indonesia yang masih kentalculture budaya.
seperti Daerah Istimewa Yogyakarta
 Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Keraton Yogyakarta merupakan istana resmiKesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang kini berlokasi di Kota YogyakartaDaerah Istimewa YogyakartaIndonesia. Walaupun kesultanan tersebut secara resmi telah menjadi bagian Republik Indonesia pada tahun 1950, kompleks bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggalsultan dan rumah tangga istananya yang masih menjalankan tradisi kesultanan hingga saat ini. Keraton ini kini juga merupakan salah satu objek wisata di Kota Yogyakarta. Sebagian kompleks keraton merupakan museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kesultanan, termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan gamelan. Dari segi bangunannya, keraton ini merupakan salah satu contoh arsitektur istana Jawa yang terbaik, memiliki balairung-balairung mewah dan lapangan serta paviliun yang luas.

Secara fisik istana para Sultan Yogyakarta memiliki tujuh kompleks inti yaitu Siti Hinggil Ler (Balairung Utara), Kamandhungan Ler (Kamandhungan Utara), Sri Manganti, Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Kidul (Kamandhungan Selatan), dan Siti Hinggil Kidul (Balairung Selatan)[4][5]. Selain itu Keraton Yogyakarta memiliki berbagai warisan budaya baik yang berbentuk upacara maupun benda-benda kuno dan bersejarah. Di sisi lain, Keraton Yogyakarta juga merupakan suatu lembaga adat lengkap dengan pemangku adatnya. Oleh karenanya tidaklah mengherankan jika nilai-nilai filosofi begitu pula mitologi menyelubungi Keraton Yogyakarta.

Batik Kayu Warisan Budaya Yogyakarta


Kerajinan adalah salah satu keunggulan daya tarik wisata yang mampu mendukung Yogyakarta sebagai kota pariwisata . Berbagai sumber potensi mengangkat citra kota yogyakarta , salah satunya adalah sentra kerajinan , dengan berbagai macam kerajinan yang ada di kota yogyakarta , maka pantaslah bahwa kota yogyakarta mendapat julukan sebagai kota kerajinan.
Berbagai barang kerajinan tumbuh dengan pesat di kota yogyakarta. Barang kerajinan yang mereka hasilkan ada yang di jual untuk wilayah domestik , maupun mancanegara. Di dukung dengan banyaknya sumber bahan baku dan keterampilan yang dimiliki , baik dari pengrajin bersekala besar maupun pengrajin dalam skala kecil , berusaha menawarkan produk terbaiknya pada konsumen , sehingga muncul persaingan antar mereka. Aneka macam kerajinan yang ada di kota yogyakarta semakin tumbuh dan berkembang sesuai dengan permintaan pasar . Seperti halnya kerajinan batik, yang sekarang ini dikembangkan bukan hanya pada media kain, melainkan pada media kayu.
Membatik diatas kayu sudah menjadi kepiawaian masyarakat Yogyakarta tepatnya di Dusun krebet. Batik kayu yang mereka hasilkan juga sangat beragam, mulai dari topeng, miniature binatang, miniature furniture dan pernak-pernik hiasan lainya dengan dihiasi berbagai motif yang sangat cantik dan menarik. Proses pembuatanya juga hampir sama dengan membatik diatas kain, hanya saja medianya diganti menjadi kayu.

Tamansari, Karya Monumental Sultan Pertama

Tamansari juga disebut sebagai watercastle, yaitu sebuah istana di atas air yang terletak di sebelah barat daya Keraton Kasultanan Yogyakarta. Pesanggrahan atau tempat peristrahatan yang juga disebut sebagai Keraton Lama ini, mulai dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1758. Sebagaimana termuat dalam Babad Mangkubumi, Sultan menunjuk Kyai Tumenggung Mangundipuro sebagai penanggung jawab.gagasannya, didampingi oleh Lurah Dawelingi yang berasal dari Bugis. Sebelum proses pembangunan dimulai, Sultan sempat mengutus Tumenggung Mangundipuro ke Batavia untuk mengamati bangunan VOC yang berdiri di sepanjang Sungai Ciliwung.
Biaya pembangunan Tamansari sebagian berasal dari pajak atau upeti rakyat Madiun dibawah pimpinan Bupati Prawirasentika, yang kemudian bertindak sebagai pelaksana proyek. Di tengah proses pembangunan, Bupati Prawirasentika mengundurkan diri dan posisinya digantikan oleh salah satu putra Sultan, yaitu Pangeran Notokusumo, yang di kemudian hari bergelar sebagai Sri Paku Alam I. Konon, pembangunan Tamansari juga melibatkan seorang ahli bangunan dari Portugis yang terdampar di Pantai Glagah Kulon Progo, yang oleh Sultan diberi nama Jawa : Demang Tegis.
Tamansari adalah bangunan dengan corak multikultural yang memadukan gaya arsitektur Jawa, Portugis, Belanda dan Cina. Dalam bingkai budaya, bangunan Pesanggrahan Tamansari juga merangkum kosmogoni Jawa, Islam, Nasrani, Hinduisme serta Budhisme.

Festival Upacara Adat Yogyakarta 

Sebuah peristiwa budaya yang langka mengangkat berbagai Upacara Adat yang dipertunjukkan dalam sebuah kemasan atraksi budaya dengan koreografi yang menarik untuk pertamakalinya dalam sejarah di kota budaya Yogyakarta. Tujuan acara ini adalah untuk penguatan nilai-nilai kearifan lokal, pewarisan semangat pelestarian pada generasi muda, mendukung ruang ekspresi budaya bagi kaum adat, meningkatkan kualitas dan tampilan Upacara Adat menjadi atraksi budaya rutin tahunan serta menunjang kepariwisataan di Yogyakarta.

Keseluruhan ritual adat yang dipagelarkan adalah yang berhubungan eksistensi air (laut), bumi (tanah) dan gunung (api). Pelaksanaan Upacara Adat merupakan perwujudan jati diri masyarakat Jawa dengan karakter yang relijius, memuja Sang Pencipta Tuhan Yang Maha Esa dengan ubarampe atau simbol-simbol yang memiliki makna, jadi bukan sebagai hal yang saat ini banyak dipersepsikan sebagai hal yang musyrik atau berlebihan karena tidak mengetahui arti filosofis yang dikandungnya.
Hal lain yang sangat menarik adalah bagaimana menyaksikan upacara adat yang langka, jarang kita dengar, apalagi disaksikan oleh generasi muda - namun tetap eksis di pelosok pedesaan - seperti Tuk Sibedug & Bekakak dari Sleman, Babad Dalan & Cingcing Goling dari Gunungkidul, Nawu Enceh & Maheso Suro dari Bantul, Wiwitan & Nawu Sendang dari KulonProgo serta Ruwatan & Merti Code dari Kota Yogyakarta akan ditampilkan dengan pelaku-pelaku dan propertinya aslinya tapi ada di tengah-tengah kota besar bahkan dipamerkan dengan karnaval/kirab keliling – mengelilingi Beteng Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat agar dapat disaksikan & mendapat apresiasi dari masyarakat luas.
TRADISI KEHIDUPAN BALI YANG KOKOH




Tradisi kehidupan desa adat (Pekraman) di Bali hingga kini tetap kokoh dan eksis sesuai perkembangan zaman, meski hal itu diwarisi jauh sebelum Indonesia merdeka.

"Masing-masing desa pekraman mempunyai adat kebiasaan atau `awig-awig` untuk mengatur tatanan kehidupan, sesuai situasi dan kondisi objektif tempat, 

 bukan berarti desa adat di Bali bebas dari masalah, karena berbagai persoalan muncul dari aktivitas keseharian warga desa pekraman.

Hanya saja masalah yang muncul lebih sederhana yang dapat diselesaikan secara sederhana pula oleh perangkat pimpinan (prajuru) desa adat, sesuai ketentuan yang telah disepakati bersama, baik secara tertulis maupun lisan.

Semua itu didasarkan atas konsep keseimbangan, saling menghargaai dan menghormati satu sama lainnya, bahkan sangat jarang sekali kasus adat penyelesaiannya melalaui jalur hukum.

"Kondisi yang diterapkan desa adat di Bali menurut pakar hukum adat Indonesia koesnoe disebut sebagai cara penyelesaian sengketa yang dilandasi atas kerukunan, kepatutan dan keselarasan,

Di Bali hingga kini tercatat 1.453 desa adat, bertambah dibanding sepuluh tahun sebelumnya yang tercatat 1.371 desa tersebar di delapan kabupaen dan satu kota.

Prof P. Windia menilai, peran desa pekraman dalam menyelesaikan permasalahan yang muncul di wilayahnya masing-masing sangat besar. Jika ada masalah yang muncul, baik dipicu masalah pribadi, keluarga maupun masyarakat pertama-tama akan diselesaikan oleh perangkat pimpinan (prajuru) desa adat.

Jika kata sepakat tidak tercapai, permasalahan akan dibahas dalam rapat (paruman) yang melibatkan seluruh warga desa pekraman. Warga desa yang terbukti melakukan pelanggaran adat, namun tetap bersikukuh dengan pendiriannya, tidak bersedia menaati keputusan rapat dapat dijatuhi sanksi.

Sanksi tersebut mulai dari yang paling ringan berupa permintaan maaf kepada seluruh warga, sampai yang paling berat, berupa pemberhentian atau dikucilkan sebagai warga desa adat (kasepekang).

Wayan P. Windia, satu-satunya gurubesar bidang hukum adat di Bali itu menambahkan, desa pekraman setelah menjatuhkan sanksi menganggap permasalahannya telah selesai, tanpa perlu membahasnya lebih lanjut, apakah yang dikenakan sanksi itu menangis atau apakah sesuai atau tidak dengan hak azasi manusia (HAM).

"Apapun jenis sanksi yang dijatuhkan tidak menjadi soal bagi orang lain atau desa pekraman yang lain, karena hal itu dianggap urusan intern desa pekraman sesuai desa "mawacara", yakni tradisi adat dan kebiasaan yang diwarisi secara turun temurun.
0 komentar more...

ERA PRASEJARAH DI INDONESIA

by shela mutia on Nov.22, 2009, under


Prasejarah atau nirleka (nir: tidak ada, leka: tulisan) adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada masa di mana catatan sejarahyang tertulis belum tersedia. Zaman prasejarah dapat dikatakan bermula pada saat terbentuknya alam semesta, namun umumnya digunakan untuk mengacu kepada masa di mana terdapat kehidupan di muka Bumi dimana manusia mulai hidup.
Batas antara zaman prasejarah dengan zaman sejarah adalah mulai adanya tulisan. Hal ini menimbulkan suatu pengertian bahwa prasejarah adalah zaman sebelum ditemukannya tulisan, sedangkan sejarah adalah zaman setelah adanya tulisan. Berakhirnya zaman prasejarah atau dimulainya zaman sejarah untuk setiap bangsa di dunia tidak sama tergantung dari peradaban bangsa tersebut. Salah satu contoh yaitu bangsa Mesir sekitar tahun 4000 SM masyarakatnya sudah mengenal tulisan, sehingga pada saat itu, bangsa Mesir sudah memasuki zaman sejarah. Zaman prasejarah di Indonesia diperkirakan berakhir pada masa berdirinya Kerajaan Kutai, sekitar abad ke-5; dibuktikan dengan adanya prasasti yang berbentuk yupa yang ditemukan di tepi Sungai MahakamKalimantan Timur baru memasuki era sejarah.
Karena tidak terdapat peninggalan catatan tertulis dari zaman prasejarah, keterangan mengenai zaman ini diperoleh melalui bidang-bidang seperti paleontologiastronomibiologigeologiantropologiarkeologi. Dalam artian bahwa bukti-bukti pra-sejarah hanya didapat dari barang-barang dan tulang-tulang di daerah penggalian situs sejarah.

Arkeologi

Zaman Batu

Zaman Batu terjadi sebelum logam dikenal dan alat-alat kebudayaan terutama dibuat dari batu di samping kayu dan tulang. Zaman batu ini dapat dibagi lagi atas:
Zaman batu tua (Paleolitikum)
Zaman batu tua (palaeolitikum), Disebut demikian sebab alat-alat batu buatan manusia masih dikerjakan secara kasar, tidak diasah atau dipolis. Apabila dilihat dari sudut mata pencariannya periode ini disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat sederhana. Pendukung kebudayaan ini adalah Homo Erectus yang terdiri.
Zaman batu tengah (Mesolitikum)
Pada Zaman batu tengah (mesolitikum), alat-alat batu zaman ini sebagian sudah dihaluskan terutama bagian yang dipergunakan. Tembikar juga sudah dikenal. Periode ini juga disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat lanjut. Pendukung kebudayaan ini adalah homo sapiens (manusia sekarang), yaitu ras Austromelanosoid (mayoritas) dan Mongoloid (minoritas).
Zaman batu baru (Neolitikum)
Alat-alat batu buatan manusia Zaman batu baru (Neolitikum) sudah diasah atau dipolis sehingga halus dan indah. Di samping tembikartenun dan batik juga sudah dikenal. Periode ini disebut masa bercocok tanam. Pendukung kebudayaan ini adalah homo sapiens dengan ras Mongoloide (mayoritas) dan ras Austromelanosoide (minoritas).

[sunting]Zaman Logam

Pada zaman Logam orang sudah dapat membuat alat-alat dari logam di samping alat-alat dari batu. Orang sudah mengenal teknik melebur logam, mencetaknya menjadi alat-alat yang diinginkannya. Teknik pembuatan alat logam ada dua macam, yaitu dengan cetakan batu yang disebut bivalve dan dengan cetakan tanah liat dan lilin yang disebut acire perdue. Periode ini juga disebut masa perundagian karena dalam masyarakat timbul golongan undagi yang terampil melakukan pekerjaan tangan. Zaman logam ini dibagi atas:
Zaman tembaga
Orang menggunakan tembaga sebagai alat kebudayaan. Alat kebudayaan ini hanya dikenal di beberapa bagian dunia saja. Di Asia Tenggara (termasuk Indonesia) tidak dikenal istilah zaman tembaga.
Zaman perunggu
Pada zaman ini orang sudah dapat mencampur tembaga dengan timah dengan perbandingan 3 : 10 sehingga diperoleh logam yang lebih keras.
Zaman besi
Pada zaman ini orang sudah dapat melebur besi dari bijinya untuk dituang menjadi alat-alat yang diperlukan. Teknik peleburan besi lebih sulit dari teknik peleburan tembaga maupun perunggu sebab melebur besi membutuhkan panas yang sangat tinggi, yaitu ±3500 °C.
Zaman logam di Indonesia didominasi oleh alat-alat dari perunggu sehingga zaman logam juga disebut zaman perunggu. Alat-alat besi yang ditemukan pada zaman logam jumlahnya sedikit dan bentuknya seperti alat-alat perunggu, sebab kebanyakan alat-alat besi, ditemukan pada zaman sejarah.
Antara zaman neolitikum dan zaman logam telah berkembang kebudayaan megalitikum, yaitu kebudayaan yang menggunakan media batu-batu besar sebagai alatnya, bahkan puncak kebudayaan megalitikum justru pada zaman logam.



Masa Arkeozoikum

Masa Arkeozoikum dapat diartikan sebagai masa tanpa kehidupan. Pada mulanya bumi masih membara dan sekitar satu milyard tahun yang lalu bumi mulai membentuk kerak, karena suhunya semakin menurun. Gas yang terlepas dari bumi, antara lain metan, amoniak, hidrogen, dan uap air. Kemudian terjadi pengembunan yang mengakibatkan adanya hujan hingga kini, sehingga terbentuk lautan dan danau. Setelah itu udara yang menyelimuti bumi semakin sempurna, sehingga dapat melindungi bumi dari benturan-benturan benda angkasa. Dari masa ini dipamerkan contoh batu meteorit dan batuan kerak bumi.

Masa Paleozoikum

Masa Paleozoikum dimulai sejak 570 juta tahun yang lalu dan berlangsung selama 345 juta tahun. Paleozoikum dapat diartikan masa tua sejarah bumi, yang masih dibagi lagi menjadi 6 zaman, yaitu: Kambrium, Ordovisium, Silur, Devon, Karbon, dan Perem.

Masa Mesozoikum

Masa Mesozoikum merupakan masa pertengahan sejarah geologi, berlangsung selama 160 juta tahun, mulai 225 sampai 65 juta tahun lalu. Masa ini ditandai dengan hadirnya binatang reptil (darat, laut, udara) yang merajai permukaan bumi. Di Indonesia tidak ditemukan fosil datanya, diperkirakan reptil darat sudah punah sebelum daratan nusantara terbentuk. Masa Mesozoikum dibagi menjadi tiga zaman yaitu: Trias, Jura, dan Kapur.

(1) Zaman Trias berlangsung sejak 225 sampai 190 juta tahun lalu. Nama Trias berasal dari Jerman dan mempunyai arti tiga (lapisan endapan). Zaman ini adalah yang paling kering dan tidak subur, ditandai dengan jarangnya fosil hewan maupun tumbuhan. Fosil yang ditampilkan berasal dari Timor yaitu Amonit (Moluska dari kelas Sefalopoda) antara lain: Joanites sp., Hypocladicites sp, Jovites sp., Indonesites sp.; serta beberapa fosil dari Jerman yang di antaranya bergaris tengah 50 cm dan tebalnya 20 cm.

(2) Zaman Jura berlangsung sejak 190 sampai 136 juta tahun silam. Nama ini diambil dari nama pegunungan di perbatasan Swiss dan Perancis. Fosil yang diperagakan yaitu Amonit dan Belemnit berasal dari Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Maluku Tenggara (P. Bubar), Maluku Utara (P. Buru dan P. Taliabu). Juga memperagakan fosil Ichthyosaurus sp. (jenis dinosaurus laut),Pterodactylus sp. (jenis dinosaurus terbang), Archaeopterix sp. (nenek moyang burung), yang diperoleh dari Jerman.

(3) Zaman Kapur berlangsung sejak 136 sampai 65 juta tahun silam. Nama Kapur diambil dari kata latin 'creta' yang berarti kapur, yang diberikan pada singkapan bagus tebing putih di Dover - Inggris (1822) dan singkapan sama di Eropa. Dari zaman ini diperagakan fosil yang populer yaitu: Orbitulina sp.(hewan laut bersel satu), Pecten sp. (kerang), dll. Zaman Kapur merupakan zaman kepunahan binatang jenis Dinosaurus.

Masa Kenozoikum

Masa Kenozoikum disebut juga Masa Neozoikum yang diartikan masa baru dalam sejarah geologi bumi. Masa ini berlangsung sejak 65 juta tahun silam hingga sekarang. Masa Kenozoikum dibagi menjadi dua zaman yaitu: Tersier dan Kuarter.

(1) Zaman Tersier berlangsung sejak 65 hingga 1,8 juta tahun lalu. Zaman ini dapat dibagi menjadi lima kala yaitu: Paleosen, Eosen, Oligosen, Miosen, Pliosen.

(a) Kala Paleosen, yaitu kala purba (palaios) yang tidak memiliki jenis bintang yang hidup sekarang (cene = kainos), yang berlangsung sejak 65 hingga 54 juta tahun silam. Fosil yang diperagakan yaitu Phaladomya sp. (kerang) dari Belgia.

(b) Kala Eosen, yang berarti sangat sedikit, jenis fosil yang ditemukan sangat sedikit dibanding dengan jenis hewan sekarang. Kala ini berlangsung sejak 54 hingga 38 juta tahun yang lalu. Fosil yang diperagakan yaitu: ikan air tawar(Osphronemus goramy LACROIX) dari Sumatera Barat (Sipang, Sawahlunto), kerang (Ostrea jogjakartaensis MARTIN) dan siput (Turiculla plagiaria MARTIN) dari Yogyakarta (Nanggulan, Kulonprogo), dan hewan laut bersel satu(Discocyclina omphalus FRICH) dari Jawa Tengah (Gunung Jiwo, Klaten).

(c) Kala Oligosen, yang berarti hanya sedikit (oligos) kesamaannya dengan hean sekarang. Kala ini berlangsung sejak 38 hingga 26 juta tahun lalu. Fosil yang ditampilkan yaitu: daun marga kamper (Cinnamomum sp.) dari Austria, kayu Sequoia sp. dan kepiting (Canser sp.) dari Jerman.

(d) Kala Miosen, yang berarti jumlah hewan laut masih kurang (meion)dibanding yang hidup sekarang. Kala ini berlangsung sejak 26 hingga 5 juta tahun yang lalu. Fosil yang diperagakan yaitu: foraminifera besar Lepidocyclina sp. (hewan laut satu sel) dari batu gamping Pandeglang, kerang Arca sp. (jenis yang kini dimakan), dan kayu marga ramin Gonystylus sp. dari berbagai daerah.

(e) Kala Pliosen, yang berarti mempunyai kesamaan lebih (pleion) dari 50% dari yang hidup sekarang. Kala ini berlangsung sejak 5 hingga 1,8 juta tahun silam. Fosil yang ditemukan adalah: bunga karang Fungia sp. dan Favia sp., gigi ikan hiu Isurus sp. pada bekas laut purba; kura-kura tawar Tronix sp. pada bekas sungai atau danau purba; gajah purba Matadon sp. (dari Bumiayu) yang merajai nusantara sewaktu masih menyatu.

(2) Zaman Kuarter, merupakan zaman terakhir dari sejarah geologi bumi yang berlangsung sejak 1,8 juta tahun lalu hingga sekarang. Pada zaman ini semua bentuk kehidupan di bumi (darat, laut, udara) berkembang, bahkan manusia juga telah hadir. Zaman ini dibagi menjadi dua kala yaitu: Plistosen dan Holosen.

(a) Kala Plistosen, yang artinya sebagian besar (pleistos) kehidupan sama dengan yang hidup sekarang. Kala ini berlangsung sejak 1,8 hingga 0,01 juta tahun lalu. Fosil kala ini paling banyak diperagakan, yang antara lain: fosil gajah (Stegodon trigonocephalus MARTIN), kerbau (Bulbalus palaeokerabauFALCONER) dari Bumiayu (Banyumas); banteng (Bibos sp.) dari Rembang dan harimau (Felis sp.) dari Watualang (Ngawi) yang berbentuk fragmen; serta fosil manusia purba Homo erectus dari Sangiran (Solo).

(b) Kala Holosen atau Resen, yaitu kala manusia merajai dunia, yang baru mulai 0,01 juta (10 ribu) tahun silam. Dari kala ini diperagakan sejarah budaya manusia Zaman Paleolitikum (Zaman Batu purba) sampai Zaman Neolitikum (Zaman Batu baru) yang ditemukan di Punung (Pacitan, Jawa Timur) dan Dago (Bandung, Jawa Barat).

0 komentar more...

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!