Demo Blog

ARTIKEL MENGENAI PERKEMBANGAN TELEMATIKA

by shela mutia on Nov.22, 2009, under

Samsung S Cloud Tantang Google Drive dan iCloud


Yudhianto – detikinet
Senin, 26/08/2013 18:12 WIB
                                Illustrasi (appleprogs)

Jakarta - Seperti diketahui baik Google maupun Apple masing-masing telah memiliki layanan ‘awan’ sendiri yakni Google Drive dan iCloud. Samsung pun tak mau ketinggalan. Setelah selama ini hanya sebatas rumor belaka, produsen asal Korea Selatan tersebut akhirnya mulai menunjukan titik cerah.

Forum developer yang akan dihelat Samsung pada bulan Oktober mendatang disebut bakal menjadi waktu kelahiran layanan ‘awan’ Samsung yang akan diberi sebutan S Cloud.

Tidak jauh berbeda layaknya Google Drive maupun iCloud, S Cloud juga dapat digunakan para pemilik smartphone garapan Samsung untuk menyimpan data pribadinya.

Dengan begitu pemilik perangkat Samsung diharapkan tak perlu khawatir lagi kehilangan data pribadinya, karena berbekal layanan S Cloud tersebut penggunanya bakal dapat dengan mudah mensinkronisasikan data pribadinya ke awan.

Hal lain yang konon juga bakal diumumkan Samsung pada forum developer tersebut seperti detikINET kutip dari Ubergizmo, Senin (26/8/2013), adalah kehadiran sistem operasi Tizen yang selama ini telah lama tertunda berikut penampakan perdana smartphone berbasis Tizen.


SUMBER : WWW.DETIK.COM
0 komentar more...

TREND TELEMATIKA KE DEPAN

by shela mutia on Nov.22, 2009, under

BAGAIMANA TREND KE DEPAN PERKEMBANGAN TELEMATIKA DALAM TEKNOLOGI INFORMASI

AWAL MULA PERMASALAHAN
Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) secara nasional masih lemah yang antara lain ditandai dengan masih kurangnya infrastruktur, rendahnya penggunaan TIK dan tingkat melek masyarakat. Menurut International Telecommunication Union (ITU) pembangunan TIK berindikasi tidak hanya kesiapan infrastruktur (akses terhadap informasi) tetapi juga penggunaan TIK dan beberapa besar tingkat melek TIK sumber daya manusianya.
Kondisi tersebut menuntut dilakukannya usaha peningkatan kualitas dan kuantitas serta kemampuan infrastruktur TIK yang makin meningkat dan terjangkau oleh masyarakat pengguna TIK. Dengan upaya tersebut akan mampu meningkatkan kapasitas SDM dan masyarakat dalam memanfaatkan jasa akses telekomunikasi dan TIK yang secara ekonomi akan meningkatkan kualitas dan taraf hidup masyarakat.
Penggunaan teknologi informasi oleh kantor-kantor pemerintah untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat umum, bisnis dan untuk memfasilitasi kerjasama antara institusi pemerintah disebut dengan e-government. E-Government memiliki posisi penting karena dengannya diharapkan dapat memberdayakan komunitas yang ada lewat akses publik ke sumber informasi yang tersedia.

Trend Telematika Kedepan
Seiring berkembangnya kemajuan teknologi yang semakin pesat, mengharuskan masyarakat untuk bisa mengikuti perkembangan teknologi yang telah ada. Mengenai trend ke depan Telematika, itu merupakan kebebasan individu untuk mengembangkan dan menjadikannya sebagai suatu trend (walau sesaat) di dalam masyarakat. Yang pasti dalam proses perkembangannya harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan tidak melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat. Sehingga tidak merugikan pihak lain dan tidak menguntungkan diri sendiri (egois). Sehingga trend ke depan telematika dapat menjadi suatu trend yang dapat diterima dan dinikmati oleh seluruh masyarakat, baik dari kalangan atas maupun dari kalangan bawah.
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) juga tidak akan kalah dengan perkembangan TIK saat ini. Perangkat komputasi berskala terabyte, penggunaan multicore processor, penggunaan memory dengan multi slot serta peningkatan kapasitas harddisk multi terabyte akan banyak bermunculan dengan harga yang masuk akal. Komputasi berskala terabyte ini juga didukung dengan akses wireless dan wireline dengan akses bandwidth yang mencapai terabyte juga. Hal ini berakibat menumbuhkan faktor baru dari perkembangan teknologi. Antarmuka pun sudah semakin bersahabat, lihat saja software Microsoft, desktop UBuntu, GoogleApps, YahooApps Live semua berlomba menampilkan antarmuka yang terbaik dan lebih bersahabat dengan kecepatan akses yang semakin tinggi. Hal ini ditunjang oleh search engine yang semakin cepat mengumpulkan informasi yang dibutuhkan oleh penggunannya. Pada akhirnya, era robotik akan segera muncul. Segenap mesin dengan kemampuan adaptif dan kemampuan belajar yang mandiri sudah banyak dibuat dalam skala industri kecil dan menengah, termasuk di tanah air. Jadi, dengan adanya teknologi manusia akan terus berkembang sehingga akan ada harapan-harapan tentang masa depan yang lebih baik.

Ada lima kelompok industri yang berperan besar dalam perkembangan trend telematika ke depan, diantaranya:
1. Infrastruktur Telekomunikasi (biasanya resiko bisnis paling besar)
2. Infrastruktur Internet (biasanya resiko bisnis sedang & rendah)
3. Hosting service (biasanya resiko bisnis rendah)
4. Transaction type service (biasanya resiko bisnis rendah)
5. Content / knowledge producer (biasanya resiko bisnis rendah)


SUMBER :
·        http://www.beritanet.com/teknologi/berita-IT/indikasi-perkembangan-ICT indonesia.html.
·        http://www.hsirait.wordpress.com
·        http://www.scribd.com/doc/9966434/perkembangan-Telematika-Di-Indonesia


REFERENSI :

·        Wawan Wardiana, "Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia" Yogyakarta,
0 komentar more...

PERKEMBANGAN TELEMATIKA

by shela mutia on Nov.22, 2009, under

PERKEMBANGAN TELEMATIKA DALAM PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI

Awal Perkembangan Telematika di masa lampau

Perkembangan telematika tidak terlepas dari perkembangannya di masa lalu. Untuk kasus di Indonesia, perkembangan telematika mengalami tiga periode berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat. Pertama adalah periode rintisan yang berlangsung akhir tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun 1980-an. Periode kedua disebut pengenalan, rentang wktunya adalah tahun 1990-an, dan yang terakhir adalah periode aplikasi. Periode ketiga ini dimulai tahun 2000.

Perkembangan Telematika Saat Ini

          Saat ini banyak bidang yang memanfaatkan telematika, seperti bidang telekomunikasi yang berfokus pada pertukaran data yang menjadi kebutuhan konsumen mereka seperti telekomunikasi lewat telepon,, saluran televisi, radio, media lainnya, dan bahkan system pelacakan navigasi secara realtime berbasis satelit yang disebut GPS(Global Positioning System). Dalam penerapaannya, Telematika menggunakan teknologi pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi melalui perangkat telekomunikasi dalam hubungannya dengan pengaruh pengendalian/control pada objek jarak jauh. Dalam penerapan di bidang navigasi, telematika membutuhkan perangkat GPS sebagai perangkat pengiriman data, lalu data telematika diterima oleh layanan (vendor) seluler dan di teruskan ke pelangggan . Kemudian data telematika disimpan oleh pelanggan di device telekomunikasi seperti handphone, pda, dan smartphone .

Perkembangan telematika dalam TI sangat berkembang dikarenakan  dari permintaan kebutuhan pengguna/masyarakat di internet ,bisnis, dan Industri kreatif. Beberapa TI yang booming saat ini , dan akan berlanjut dengan TI yang lebih terbaru dan lebih kreatif
·        Chatting : Yahoo Messenger, Gmail, MIRc
·        Email  :  Yahoo , Gmail
·        Video streaming   :Youtube
·        Social network  :   Facebook, Friendster,Myspace
·        Blog   :  wordpress,blogger,kronologger (microblogging).


SUMBER:
·        http://rezadaniss.blogspot.com/2013/10/definisi-telematika-perkembangan-dalam.html

·        (http://www.beritanet.com/teknologi/berita-IT/indikasi-perkembangan-ICT. html)

REFERENSI :
·        Wawan Wardiana, "Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia" Yogyakarta,


0 komentar more...

PENGANTAR TELEMATIKA

by shela mutia on Nov.22, 2009, under

APA ITU TELEMATIKA ? dan PEMANFAATANNYA DALAM TEKNOLOGI INFORMASI ?

Telematika berasal dari bahasa perancis “Telematique” yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Teknologi Informasi merujuk pada sarana prasarana, sistem dan metode untuk perolehan, pengiriman, penerimaan, pengolahan, penafsiran, penyimpanan, pengorganisasian, dan penggunaan data yang bermakna.
Para praktisi menyatakan bahwa “Telematics“ adalah singkatan dari “Telecommunication” and “informatics” sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu (konvergensi). Semula media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi komunikasi pada saat itu.
Konvergensi Telematika kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau “The Net”. Dalam perkembangannya istilah “media” dalam Telematika berkembang menjadi wacana “multimedia”. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah “multimedia” semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambigus jika istilah Telematika dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika.
Menurut Yusuf Hadi Miarso (2007) telematika merupakan sinergi teknologi telekomunikasi dan informatika untuk keperluan pemrosesan data dengan sistem binary (digital). Telekomunikasi adalah sistem hubungan jarak jauh yang terjalin melalui saluran kabel dan nirkabel (gelombang suara, elektromagnetik, dan cahaya). Sedangkan informatika adalah pengelolaan data yang bermakna dengan sistem binary (digital). Istilah Teknologi dan Komunikasi (ICT = Information and Communication Technology) yang lebih dikenal sekarang ini bermaksud memperluas pengertian telematika. Jadi, dapat disimpulkan bahwa Telematika merupakan konvergensi antara teknologi Telekomunikasi , Media dan Informatika yang digunakan untuk keperluan pemrosesan data dengan sistem binary / digital.

PEMANFAATAN TELEMATIKA DALAM TEKNOLOGI INFORMASI

Pemanfaatan teknologi informasi  disajikan dalam bentuk aplikasi yang sudah berkembang diberbagai sektor, maka tidak menutup kemungkinan terjadi tumpang tindih. Semua kegiatan dengan istilah work and play dapat menggunakan telematika sebagai penunjang kinerja usaha semua usaha dalam semua sektor, sosial, ekonomi dan budaya. Bentuk-bentuk tersebut adalah.

1. E-goverment

E-goverment dihadirkan dengan maksud untuk administrasi pemerintahan secara elektronik. Di Indonesia ini, sudah ada suatu badan yang mengurusi tentang telematika, yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI). TKTI mempunyai tugas mengkoordinasikan perencanaan dan mempelopori program aksi dan inisiatif untuk menigkatkan perkembangan dan pendayagunaan teknologi telematika di Indonesia, serta memfasilitasi dan memantau pelaksanaannya.
Tim tersebut memiliki beberapa terget. Salah satu targetnya adalah pelaksanaan pemerintahan online atau e-goverment dalam bentuk situs/web internet. Dengan e-goverment, pemerintah dapat menjalankan fungsinya melalui sarana internet yang tujuannya adalah memberi pelayanan kepada publik secara transparan sekaligus lebih mudah, dan dapat diakses (dibaca) oleh komputer dari mana saja.
E-goverment juga dimaksudkan untuk peningkatan interaksi, tidak hanya antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga antar sesama unsur pemerintah dalam lingkup nasional, bahkan intrernasional. Pemerintahan tingkat provinsi sampai kabupaten kota, telah memiliki situs online. Contohnya adalah DPR, DKI Jakarta, dan Sudin Jaksel. Isi informasi dalam e-goverment, antara lain adalah profil wilayah atau instansi, data statistik, surat keputusan, dan bentuk interaktif lainnya.

2. E-commerce

Prinsip e-commerce tetap pada transaksi jual beli. Semua proses transaksi perdagangan dilakukan secara elektronik. Mulai dari memasang iklan pada berbagai situs atau web, membuat pesanan atau kontrak, mentransfer uang, mengirim dokumen, sampai membuat claim. Luasnya wilayah e-commerce ini, bahkan dapat meliputi perdagangan internasional, menyangkut regulasi, pengiriman perangkat lunak (soft ware), erbankan, perpajakan, dan banyak lagi. E-commerce juga memiliki istilah lain, yakni e-bussines. Contoh dalam kawasan ini adalah toko online, baik itu toko buku, pabrik, kantor, dan bank (e-banking). Untuk yang disebut terakhir, sudah banyak bank yang melakukan transaksi melalui mobile phone, ATM (Automatic Teller Machine - Anjungan Tunai Mandiri) , bahkan membeli pulsa.

3. E-learning

Globalisasi telah menghasilkan pergeseran dalam dunia pendidikan, dalri pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka. Di Indonesia sudah berkembang pendidikan terbuka dengan modus belajar jarah jauh (distance lesrning) dengan media internet berbasis web atau situs. Kenyataan tersebut dapat dimungkinkan dengan adanya teknologi telematika, yang dapat menghubungkan guru dengan muridnya, dan mahasiswa dengan dosennya. Melihat hasil perolehan belajar berupa nilai secara online, mengecek jadwal kuliah, dan mengirim naskah tugas, dapat dilakukan.

Peranan web kampus atau sekolagh termasuk cukup sentral dalam kegiatan pembelajaran ini. Selain itu, web bernuansa pendidikan non-institusi, perpustakaan online, dan interaksi dalam group, juga sangatlah mendukung. Selain murid atau mahasiswa, portal e-learning dapat diakses oleh siapapun yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis usia, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya. Hampir seluruh kampus di Indonesia, dan beberapa Sekolah Menegah Atas (SMA), telah memiliki web. Di DKI Jakarta, proses perencanaan pembelajaran dan penilaian sudah melalui sarana internet yang dikenal sebagai Sistem Administrasi Sekolah (SAS) DKI, dan ratusan web yang menyediakan modul-modul belajar, bahan kuliah, dan hasil penelitian tersebar di dunia internet.

Pemanfaatan telematika lainnya masih banyak lagi, antara lain ada e-medicine, elaboratory, e- technology, e-research, dan ribuan situs yang memberikan informasi sesuai bidangnya. Di luar berbasis web, telematika dapat berwujud hasil dari kerja satelit, contohnya ialah GPS (Global Position System), atau sejenisnya seperti GLONAS dan GALILEO, Google Earth, 3G, dan kini 4G, kompas digital, sitem navigasi digital untuk angkutan laut dan udara, serta teleconference.



SUMBER :
·        (http://law.ui.ac.ic/lama/telematika/index.htm)

·        (http://www.beritanet.com/Technology/Communication/seluk-beluk telematika

REFERENSI :
·        Naswil Idris dan F.B. Moerwanto, “ Mengenali Arti, Fungsi, dan Manfaat Telematika”, (Jakarta: Kencana, 2007).

·        Zulkarnain Nasution, Teknologi Komunikasi Dalam Perspektif Latar Belakang dan Perkembangannya
0 komentar more...

TUGAS BAHASA INDONESIA 2

by shela mutia on Nov.22, 2009, under


DAFTAR RIWAYAT HIDUP

* Data Pribadi


Nama Lengkap                  :  Shela Mutia.
Tempat, Tanggal Lahir       :  Bekasi, 27 Agustus 1992
.
Jenis Kelamin                    :  
Perempuan.
Kewarganegaraan              :  Indonesia
.
Agama                              :  Islam
.
Status                               :  Belum Menikah.
Identitas                            :  KTP no. 3216071509920001.
Alamat                              :  Perum Villa Makmur 1 blok A5 no 15 Bekasi.
No. Kontak                       :  087782797183.
Email                                :  chela.mutia@yahoo.com.


* Pendidikan Formal

SDN MANGUNJAYA 04                           :  Bekasi, lulus tahun 2004.
SMPN 3 Tambun Selatan                            :  Bekasi, lulus tahun 2007.
SMA NEGERI 2 Tambun Selatan                :  Bekasi, lulus tahun 2010.
Universitas Gunadarma                                :  Bekasi, tahun 2010 - 2014.

* Pendidikan Nonformal
2005 :  Lulus kursus Bahasa Inggris di LPIA.
2009 :  Lulus kursus Program Komputer Office.
2011 :  Workshop Introduction XML.
2012 : Kursus Php dan Mysql.
Demikian riwayat hidup ini saya buat dengan sebenarnya.

                                                                                                   
                                                                        Bekasi, 30 Mei 2012   
  
                                              
                                                                          (Shela Mutia)



SURAT LAMARAN KERJA



Bekasi, 30 Mei 2012



Nomor      : 001/MGMP.BINGG/UNIV01/II/2015 
Lampiran  : -
Hal           : Lamaran asisten


Kepada Yth,
Bpk/Ibu Ketua Jurusan
di
Tempat

Dengan Hormat,
   Melalui surat ini saya mengajukan lamaran pekerjaan pada Perusahaan Bapak/Ibur untuk dapat menjadi  karyawan baru,berdasarkan iklan dalam internet posted 13 Mei 201, bahwa perusahaan Bpk/Ibu membutuhkan Staff IT.
   Saya Shela Mutia,Usia 20 Tahun,Saya masih menjalani pendidikan di Universitas Gunadarma, Jurusan Sistem Informasi  dengan IPK 3.35 Selama Masa Perkuliahan Saya mengikuti beberapa kursus, workshop dan seminar. Saya memang belum memiliki pengalaman kerja akan tetapi saya akan berusaha bekerja sesuai dengan yang Bapak/Ibu harapkan,Karena itu saya sangat tertarik untuk mengisi posisi pekerjaan yang Bapak/Ibu tawarkan sebagai Staff IT.
        Sebagai bahan pertimbangan bersama ini saya lampirkan :
1.      Surat Lamaran.
2.      Daftar Riwayat Hidup.
3.      Pasphoto.
4.      Scan Izajah dan nilai IPK.
   Demikianlah lamaran ini saya perbuat dengan sebenarnya dan saya sangat senang apabaila kiranya Bapak/Ibu berkenan memberikan kesempatan interview kepada saya.
Terima Kasih atas perhatiannya.
                                                   
                                                                                                                                      Hormat Saya,
                                                                                                 
                                                                                                                                     Shela Mutia.



Untuk detailnya silahkan download disini :
http://www.4shared.com/file/VYpAGMZX/surat_dinas.html
0 komentar more...

Tugas Analisa Leksikal

by shela mutia on Nov.22, 2009, under


NAMA : SHELA MUTIA
NPM     : 16110509
KELAS : 3KA33
TUGAS : PENGANTAR TEKNIK KOMPILASI
ANALISA LEKSIKAL

http://www.4shared.com/file/oWFt-ORA/analisaleksikal_sela.html




0 komentar more...

PENALARAN DEDUKTIF

by shela mutia on Nov.22, 2009, under


PENALARAN DEDUKTIF
Penalaran adalah bentuk tertinggi dari pemikiiran dan sebab itu lebih rumit dibanding pengertian dan proposisi. Secara sederhana penalaran dapat di definisikan sebagai proses  pengambilan kesimpulan berdasarkan proposisi-proposi yang mendahu luinya.  Penalaran merupakan kegiatan, proses atau aktivitas berpikir untuk menarik suatu kesimpulan atau membuat suatu pernyataan baru berdasar pada beberapa pernyataan yang diketahui benar ataupun yang dianggap benar yang disebut premis. Jika suatu pernyataan atau proposisi dilambangkan dengan kalimat yang memiliki nilai benar saja atau salah saja, maka istilah sahih atau tidak sahih berkait dengan penalaran/reasoning ataupun argumen. Contoh suatu pernyataan adalah: “Surabaya ibukota propinsi Jawa Timur”. Istilah penalaran atau reasoning dijelaskan Copi (1978) sebagai berikut: “Reasoning is a special kind of thinking in which inference takes place, in which conclusions are drawn from premises” (p.5). Dengan demikian jelaslah bahwa penalaran merupakan kegiatan, proses atau aktivitas berpikir untuk menarik suatu kesimpulan atau membuat suatu pernyataan baru berdasar pada beberapa pernyataan yang diketahui benar ataupun yang dianggap benar. Pernyataan yang diketahui atau dianggap benar yang menjadi dasar penarikan suatu kesimpulan inilah yang disebut dengan antesedens atau premis. Sedang hasilnya, suatu pernyataan baru yang merupakan kesimpulan disebut dengan konsekuens atau konklusi.
Penalaran biasanya dibedakan dua macam penalaran:
 yakni penalaran deduktif dan penalaran induktif. Pada Penalaran deduktif,konklusi lebih sempit dari premis. Pada penalaran induktif, konklusi lebih luas dari premis. Penalaran induktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan atau proses berfikir yang menghubung-hubungkan fakta-fakta atau evidensi-evidensi yang bersifat khusus yang  sudah diketahui menuju kesimpulan yang bersifat umum (general). Penalaran deduktif adalah proses penalaran atau proses berfikir dari hal-hal yang bersifat umum (general) yang kemudian dibuktikan kebenarannya dengan menggunakan fakta-fakta atau evidensi-evidensi yang bersifat khusus.
Contoh Penalaran deduktif.
Semua manusia akan mati (premis mayor)
Baambang adalah manusia(premis minor)
Jadi:Bambang akan mati (konklusi)
Karenanya, Jacobs (1982:32) menyatakan: “Deductive reasoning is a method of drawing conclusions from facts that we accept as true by using logic ”. Artinya, penalaran deduktif adalah suatu cara penarikan kesimpulan dari pernyataan atau fakta-fakta yang dianggap benar dengan menggunakan logika. Suatu hal yang sudah jelas benar pun harus ditunjukkan atau dibuktikan kebenarannya dengan langkahlangkah yang benar secara deduktif.



KELEBIHAN PENALARAN DEDUKTIF

Pada proses induksi atau penalaran induktif akan didapatkan suatu pernyataan baru yang bersifat umum (general) yang melebihi kasus-kasus khususnya (knowledge expanding), dan inilah yang diidentifikasi sebagai suatu kelebihan dari induksi jika dibandingkan dengan deduksi. Hal ini pulalah yang menjadi kelemahan deduksi. Pada penalaran deduktif, kesimpulannya tidak pernah melebihi premisnya. Inilah yang ditengarai menjadi kekurangan deduksi.

Perhatikan contoh induktif berikut:

Mangga manalagi yang masih muda kecut rasanya.
Mangga harum manis yang masih muda kecut rasanya.
Mangga udang yang masih muda kecut rasanya.
Mangga .... yang masih muda kecut rasanya.
------------------------------------------------------------------------
Jadi, semua mangga yang masih muda kecut rasanya.

Kesimpulan di atas bernilai benar karena sampai saat ini belum ada mangga yang masih muda yang tidak kecut rasanya. Pernyataan itu akan bernilai salah jika sudah ada ilmuwan yang menghasilkan mangga yang tidak kecut rasanya meskipun masih muda. Dengan demikian, hasil yang didapat dari induktif tersebut masih berpeluang untuk menjadi salah. Sedangkan pada deduktif yang valid atau sahih, kesimpulan yang didapat diklaim tidak akan pernah salah jika premis-premisnya bernilai benar (truth preserving), sebagaimana ditunjukkan tadi. Inilah yang diidentifikasi sebagai kelebihan dari deduktif jika dibandingkan dengan hasil pada proses induktif. Sampai saat ini, para filsuf sedang memimpikan suatu bentuk argumen atau penalaran yang dapat menghasilkan pernyataan baru yang bersifat umum yang melebihi kasus-kasus khususnya (knowledge expanding); dan hasilnya tidak akan salah jika premis-premisnya bernilai benar (truth preserving). Menurut Giere (1984:45), impian para filsuf tersebut tidak akan terlaksana dan manusia dituntut untuk memilih salah satu sesuai dengan kebutuhannya sebagaimana pernyataannya: “The philosophers’ dream of finding a form of argument that would be both truth preserving and knowledge expanding is an impossible dream. You must choose one or the other. You cannot both.” Pernyataan Giere ini telah menunjukkan bahwa kedua penalaran itu memiliki kelemahan dan kekuatannya sendiri-sendiri. Sebagai penutup dapat disimpulkan bahwa pada penalaran deduktif yang valid, jika premisnya bernilai benar maka kesimpulannya tidak akan pernah bernilai salah. Namun jika premisnya bernilai salah maka kesimpulannya bisa bernilai salah dan bisa juga bernilai benar.

Daftar Pustaka
Giere, R. N. (1984). Understanding Scientific Reasoning (2ndEdition). New
York: Holt, Rinehart and Winston.
0 komentar more...

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!