ARTIKEL MENGENAI PERKEMBANGAN TELEMATIKA
by shela mutia on Nov.22, 2009, under
Samsung S Cloud Tantang Google Drive dan iCloud
Yudhianto – detikinet
Senin, 26/08/2013 18:12 WIB
Illustrasi (appleprogs)
Jakarta - Seperti diketahui baik Google maupun Apple
masing-masing telah memiliki layanan ‘awan’ sendiri yakni Google Drive dan
iCloud. Samsung pun tak mau ketinggalan. Setelah selama ini hanya sebatas rumor
belaka, produsen asal Korea Selatan tersebut akhirnya mulai menunjukan titik
cerah.
Forum developer yang akan dihelat Samsung pada bulan Oktober mendatang disebut bakal menjadi waktu kelahiran layanan ‘awan’ Samsung yang akan diberi sebutan S Cloud.
Tidak jauh berbeda layaknya Google Drive maupun iCloud, S Cloud juga dapat digunakan para pemilik smartphone garapan Samsung untuk menyimpan data pribadinya.
Dengan begitu pemilik perangkat Samsung diharapkan tak perlu khawatir lagi kehilangan data pribadinya, karena berbekal layanan S Cloud tersebut penggunanya bakal dapat dengan mudah mensinkronisasikan data pribadinya ke awan.
Hal lain yang konon juga bakal diumumkan Samsung pada forum developer tersebut seperti detikINET kutip dari Ubergizmo, Senin (26/8/2013), adalah kehadiran sistem operasi Tizen yang selama ini telah lama tertunda berikut penampakan perdana smartphone berbasis Tizen.
Forum developer yang akan dihelat Samsung pada bulan Oktober mendatang disebut bakal menjadi waktu kelahiran layanan ‘awan’ Samsung yang akan diberi sebutan S Cloud.
Tidak jauh berbeda layaknya Google Drive maupun iCloud, S Cloud juga dapat digunakan para pemilik smartphone garapan Samsung untuk menyimpan data pribadinya.
Dengan begitu pemilik perangkat Samsung diharapkan tak perlu khawatir lagi kehilangan data pribadinya, karena berbekal layanan S Cloud tersebut penggunanya bakal dapat dengan mudah mensinkronisasikan data pribadinya ke awan.
Hal lain yang konon juga bakal diumumkan Samsung pada forum developer tersebut seperti detikINET kutip dari Ubergizmo, Senin (26/8/2013), adalah kehadiran sistem operasi Tizen yang selama ini telah lama tertunda berikut penampakan perdana smartphone berbasis Tizen.
SUMBER : WWW.DETIK.COM
TREND TELEMATIKA KE DEPAN
by shela mutia on Nov.22, 2009, under
BAGAIMANA TREND KE DEPAN PERKEMBANGAN TELEMATIKA
DALAM TEKNOLOGI INFORMASI
AWAL
MULA PERMASALAHAN
Pembangunan
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) secara nasional masih lemah yang
antara lain ditandai dengan masih kurangnya infrastruktur, rendahnya penggunaan
TIK dan tingkat melek masyarakat. Menurut International Telecommunication Union
(ITU) pembangunan TIK berindikasi tidak hanya kesiapan infrastruktur (akses
terhadap informasi) tetapi juga penggunaan TIK dan beberapa besar tingkat melek
TIK sumber daya manusianya.
Kondisi
tersebut menuntut dilakukannya usaha peningkatan kualitas dan kuantitas serta
kemampuan infrastruktur TIK yang makin meningkat dan terjangkau oleh masyarakat
pengguna TIK. Dengan upaya tersebut akan mampu meningkatkan kapasitas SDM dan
masyarakat dalam memanfaatkan jasa akses telekomunikasi dan TIK yang secara
ekonomi akan meningkatkan kualitas dan taraf hidup masyarakat.
Penggunaan
teknologi informasi oleh kantor-kantor pemerintah untuk memberikan layanan yang
lebih baik kepada masyarakat umum, bisnis dan untuk memfasilitasi kerjasama
antara institusi pemerintah disebut dengan e-government. E-Government memiliki
posisi penting karena dengannya diharapkan dapat memberdayakan komunitas yang
ada lewat akses publik ke sumber informasi yang tersedia.
Trend
Telematika Kedepan
Seiring
berkembangnya kemajuan teknologi yang semakin pesat, mengharuskan masyarakat
untuk bisa mengikuti perkembangan teknologi yang telah ada. Mengenai trend ke
depan Telematika, itu merupakan kebebasan individu untuk mengembangkan dan
menjadikannya sebagai suatu trend (walau sesaat) di dalam masyarakat. Yang
pasti dalam proses perkembangannya harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab
dan tidak melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat. Sehingga tidak
merugikan pihak lain dan tidak menguntungkan diri sendiri (egois). Sehingga
trend ke depan telematika dapat menjadi suatu trend yang dapat diterima dan
dinikmati oleh seluruh masyarakat, baik dari kalangan atas maupun dari kalangan
bawah.
Pemanfaatan
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) juga tidak akan kalah dengan
perkembangan TIK saat ini. Perangkat komputasi berskala terabyte, penggunaan
multicore processor, penggunaan memory dengan multi slot serta peningkatan
kapasitas harddisk multi terabyte akan banyak bermunculan dengan harga yang
masuk akal. Komputasi berskala terabyte ini juga didukung dengan akses wireless
dan wireline dengan akses bandwidth yang mencapai terabyte juga. Hal ini
berakibat menumbuhkan faktor baru dari perkembangan teknologi. Antarmuka pun
sudah semakin bersahabat, lihat saja software Microsoft, desktop UBuntu,
GoogleApps, YahooApps Live semua berlomba menampilkan antarmuka yang terbaik
dan lebih bersahabat dengan kecepatan akses yang semakin tinggi. Hal ini
ditunjang oleh search engine yang semakin cepat mengumpulkan informasi yang
dibutuhkan oleh penggunannya. Pada akhirnya, era robotik akan segera muncul.
Segenap mesin dengan kemampuan adaptif dan kemampuan belajar yang mandiri sudah
banyak dibuat dalam skala industri kecil dan menengah, termasuk di tanah air.
Jadi, dengan adanya teknologi manusia akan terus berkembang sehingga akan ada
harapan-harapan tentang masa depan yang lebih baik.
Ada lima kelompok industri yang berperan besar dalam
perkembangan trend telematika ke depan, diantaranya:
1. Infrastruktur Telekomunikasi (biasanya resiko
bisnis paling besar)
2. Infrastruktur Internet (biasanya resiko bisnis
sedang & rendah)
3. Hosting service (biasanya resiko bisnis rendah)
4. Transaction type service (biasanya resiko bisnis
rendah)
5. Content / knowledge producer (biasanya resiko
bisnis rendah)
SUMBER :
·
http://www.beritanet.com/teknologi/berita-IT/indikasi-perkembangan-ICT
indonesia.html.
·
http://www.hsirait.wordpress.com
·
http://www.scribd.com/doc/9966434/perkembangan-Telematika-Di-Indonesia
REFERENSI :
·
Wawan
Wardiana, "Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia" Yogyakarta,
PERKEMBANGAN TELEMATIKA
by shela mutia on Nov.22, 2009, under
PERKEMBANGAN TELEMATIKA DALAM PERKEMBANGAN TEKNOLOGI
INFORMASI
Awal
Perkembangan Telematika di masa lampau
Perkembangan
telematika tidak terlepas dari perkembangannya di masa lalu. Untuk kasus di
Indonesia, perkembangan telematika mengalami tiga periode berdasarkan fenomena
yang terjadi di masyarakat. Pertama adalah periode rintisan yang berlangsung
akhir tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun 1980-an. Periode kedua disebut
pengenalan, rentang wktunya adalah tahun 1990-an, dan yang terakhir adalah
periode aplikasi. Periode ketiga ini dimulai tahun 2000.
Perkembangan
Telematika Saat Ini
Saat ini banyak bidang yang memanfaatkan telematika, seperti bidang telekomunikasi yang berfokus pada pertukaran data yang menjadi kebutuhan konsumen mereka seperti telekomunikasi lewat telepon,, saluran televisi, radio, media lainnya, dan bahkan system pelacakan navigasi secara realtime berbasis satelit yang disebut GPS(Global Positioning System). Dalam penerapaannya, Telematika menggunakan teknologi pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi melalui perangkat telekomunikasi dalam hubungannya dengan pengaruh pengendalian/control pada objek jarak jauh. Dalam penerapan di bidang navigasi, telematika membutuhkan perangkat GPS sebagai perangkat pengiriman data, lalu data telematika diterima oleh layanan (vendor) seluler dan di teruskan ke pelangggan . Kemudian data telematika disimpan oleh pelanggan di device telekomunikasi seperti handphone, pda, dan smartphone .
Perkembangan
telematika dalam TI sangat berkembang dikarenakan dari permintaan
kebutuhan pengguna/masyarakat di internet ,bisnis, dan Industri kreatif. Beberapa
TI yang booming saat ini , dan akan berlanjut dengan TI yang lebih terbaru dan
lebih kreatif
·
Chatting : Yahoo Messenger, Gmail, MIRc
·
Email
: Yahoo , Gmail
·
Video streaming :Youtube
·
Social network : Facebook, Friendster,Myspace
·
Blog
: wordpress,blogger,kronologger
(microblogging).
SUMBER:
·
http://rezadaniss.blogspot.com/2013/10/definisi-telematika-perkembangan-dalam.html
·
(http://www.beritanet.com/teknologi/berita-IT/indikasi-perkembangan-ICT.
html)
REFERENSI :
·
Wawan
Wardiana, "Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia" Yogyakarta,
PENGANTAR TELEMATIKA
by shela mutia on Nov.22, 2009, under
APA ITU TELEMATIKA ? dan PEMANFAATANNYA DALAM TEKNOLOGI INFORMASI ?
Telematika
berasal dari bahasa perancis “Telematique” yang merujuk pada bertemunya sistem
jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Teknologi Informasi merujuk
pada sarana prasarana, sistem dan metode untuk perolehan, pengiriman,
penerimaan, pengolahan, penafsiran, penyimpanan, pengorganisasian, dan
penggunaan data yang bermakna.
Para
praktisi menyatakan bahwa “Telematics“ adalah singkatan dari “Telecommunication”
and “informatics” sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and
Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai “the new hybrid
technology” yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini
memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin
terpadu (konvergensi). Semula media masih belum menjadi bagian integral dari
isu konvergensi teknologi informasi komunikasi pada saat itu.
Konvergensi
Telematika kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi
digital atau “The Net”. Dalam perkembangannya istilah “media” dalam Telematika berkembang
menjadi wacana “multimedia”. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena
istilah “multimedia” semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah
informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambigus jika istilah Telematika dipahami
sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika.
Menurut
Yusuf Hadi Miarso (2007) telematika merupakan sinergi teknologi telekomunikasi dan
informatika untuk keperluan pemrosesan data dengan sistem binary (digital).
Telekomunikasi adalah sistem hubungan jarak jauh yang terjalin melalui saluran
kabel dan nirkabel (gelombang suara, elektromagnetik, dan cahaya). Sedangkan
informatika adalah pengelolaan data yang bermakna dengan sistem binary
(digital). Istilah Teknologi dan Komunikasi (ICT = Information and Communication
Technology) yang lebih dikenal sekarang ini bermaksud memperluas pengertian
telematika. Jadi, dapat disimpulkan bahwa Telematika merupakan konvergensi
antara teknologi Telekomunikasi , Media dan Informatika yang digunakan untuk
keperluan pemrosesan data dengan sistem binary / digital.
PEMANFAATAN
TELEMATIKA DALAM TEKNOLOGI INFORMASI
Pemanfaatan teknologi informasi disajikan dalam bentuk aplikasi yang sudah
berkembang diberbagai sektor, maka tidak menutup kemungkinan terjadi tumpang
tindih. Semua kegiatan dengan istilah work and play dapat menggunakan
telematika sebagai penunjang kinerja usaha semua usaha dalam semua sektor,
sosial, ekonomi dan budaya. Bentuk-bentuk tersebut adalah.
1. E-goverment
E-goverment
dihadirkan dengan maksud untuk administrasi pemerintahan secara elektronik. Di
Indonesia ini, sudah ada suatu badan yang mengurusi tentang telematika, yaitu Tim
Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI). TKTI mempunyai tugas mengkoordinasikan perencanaan
dan mempelopori program aksi dan inisiatif untuk menigkatkan perkembangan dan
pendayagunaan teknologi telematika di Indonesia, serta memfasilitasi dan
memantau pelaksanaannya.
Tim tersebut
memiliki beberapa terget. Salah satu targetnya adalah pelaksanaan pemerintahan
online atau e-goverment dalam bentuk situs/web internet. Dengan e-goverment, pemerintah
dapat menjalankan fungsinya melalui sarana internet yang tujuannya adalah memberi
pelayanan kepada publik secara transparan sekaligus lebih mudah, dan dapat diakses
(dibaca) oleh komputer dari mana saja.
E-goverment juga
dimaksudkan untuk peningkatan interaksi, tidak hanya antara pemerintah dan
masyarakat, tetapi juga antar sesama unsur pemerintah dalam lingkup nasional,
bahkan intrernasional. Pemerintahan tingkat provinsi sampai kabupaten kota,
telah memiliki situs online. Contohnya adalah DPR, DKI Jakarta, dan Sudin
Jaksel. Isi informasi dalam e-goverment, antara lain adalah profil wilayah atau
instansi, data statistik, surat keputusan, dan bentuk interaktif lainnya.
2. E-commerce
Prinsip
e-commerce tetap pada transaksi jual beli. Semua proses transaksi perdagangan dilakukan
secara elektronik. Mulai dari memasang iklan pada berbagai situs atau web, membuat
pesanan atau kontrak, mentransfer uang, mengirim dokumen, sampai membuat claim.
Luasnya wilayah e-commerce ini, bahkan dapat meliputi perdagangan
internasional, menyangkut regulasi, pengiriman perangkat lunak (soft ware),
erbankan, perpajakan, dan banyak lagi. E-commerce juga memiliki istilah lain,
yakni e-bussines. Contoh dalam kawasan ini adalah toko online, baik itu toko buku,
pabrik, kantor, dan bank (e-banking). Untuk yang disebut terakhir, sudah banyak
bank yang melakukan transaksi melalui mobile phone, ATM (Automatic Teller
Machine - Anjungan Tunai Mandiri) , bahkan membeli pulsa.
3. E-learning
Globalisasi
telah menghasilkan pergeseran dalam dunia pendidikan, dalri pendidikan tatap
muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka. Di Indonesia
sudah berkembang pendidikan terbuka dengan modus belajar jarah jauh (distance
lesrning) dengan media internet berbasis web atau situs. Kenyataan tersebut
dapat dimungkinkan dengan adanya teknologi telematika, yang dapat menghubungkan
guru dengan muridnya, dan mahasiswa dengan dosennya. Melihat hasil perolehan
belajar berupa nilai secara online, mengecek jadwal kuliah, dan mengirim naskah
tugas, dapat dilakukan.
Peranan web
kampus atau sekolagh termasuk cukup sentral dalam kegiatan pembelajaran
ini. Selain itu, web bernuansa pendidikan non-institusi, perpustakaan online, dan
interaksi dalam group, juga sangatlah mendukung. Selain murid atau mahasiswa,
portal e-learning dapat diakses oleh siapapun yang memerlukan tanpa pandang
faktor jenis usia, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya. Hampir seluruh
kampus di Indonesia, dan beberapa Sekolah Menegah Atas (SMA), telah memiliki
web. Di DKI Jakarta, proses perencanaan pembelajaran dan penilaian sudah
melalui sarana internet yang dikenal sebagai Sistem Administrasi Sekolah (SAS)
DKI, dan ratusan web yang menyediakan modul-modul belajar, bahan kuliah, dan
hasil penelitian tersebar di dunia internet.
Pemanfaatan
telematika lainnya masih banyak lagi, antara lain ada e-medicine, elaboratory, e-
technology, e-research, dan ribuan situs yang memberikan informasi sesuai bidangnya.
Di luar berbasis web, telematika dapat berwujud hasil dari kerja satelit,
contohnya ialah GPS (Global Position System), atau sejenisnya seperti GLONAS
dan GALILEO, Google Earth, 3G, dan kini 4G, kompas digital, sitem navigasi
digital untuk angkutan laut dan udara, serta teleconference.
SUMBER :
·
(http://law.ui.ac.ic/lama/telematika/index.htm)
·
(http://www.beritanet.com/Technology/Communication/seluk-beluk
telematika
REFERENSI :
·
Naswil Idris dan F.B. Moerwanto, “ Mengenali
Arti, Fungsi, dan Manfaat Telematika”, (Jakarta: Kencana, 2007).
·
Zulkarnain Nasution, Teknologi
Komunikasi Dalam Perspektif Latar Belakang dan Perkembangannya
TUGAS BAHASA INDONESIA 2
by shela mutia on Nov.22, 2009, under
DAFTAR
RIWAYAT HIDUP
* Data
Pribadi
Nama
Lengkap : Shela Mutia.
Tempat, Tanggal Lahir : Bekasi, 27 Agustus 1992.
Jenis Kelamin : Perempuan.
Kewarganegaraan : Indonesia.
Agama : Islam.
Tempat, Tanggal Lahir : Bekasi, 27 Agustus 1992.
Jenis Kelamin : Perempuan.
Kewarganegaraan : Indonesia.
Agama : Islam.
Status : Belum Menikah.
Identitas : KTP no. 3216071509920001.
Identitas : KTP no. 3216071509920001.
Alamat : Perum Villa Makmur 1 blok A5 no 15 Bekasi.
* Pendidikan Formal
SDN MANGUNJAYA 04 : Bekasi, lulus tahun 2004.
SMPN 3 Tambun Selatan : Bekasi, lulus tahun 2007.
SMA NEGERI 2 Tambun Selatan : Bekasi, lulus tahun 2010.
SMPN 3 Tambun Selatan : Bekasi, lulus tahun 2007.
SMA NEGERI 2 Tambun Selatan : Bekasi, lulus tahun 2010.
Universitas Gunadarma : Bekasi,
tahun 2010 - 2014.
* Pendidikan Nonformal
2005 : Lulus kursus Bahasa Inggris di LPIA.
2009 : Lulus kursus Program Komputer Office.
2011 : Workshop Introduction XML.
2009 : Lulus kursus Program Komputer Office.
2011 : Workshop Introduction XML.
2012 : Kursus Php dan Mysql.
Demikian riwayat hidup ini saya buat
dengan sebenarnya.
Bekasi, 30 Mei 2012
(Shela Mutia)
SURAT LAMARAN KERJA
Bekasi, 30 Mei 2012
Nomor :
001/MGMP.BINGG/UNIV01/II/2015
Lampiran : -
Hal : Lamaran
asisten
Kepada Yth,
Bpk/Ibu Ketua Jurusan
di
Tempat
Dengan Hormat,
Melalui
surat ini saya mengajukan lamaran pekerjaan pada Perusahaan Bapak/Ibur untuk
dapat menjadi karyawan baru,berdasarkan
iklan dalam internet posted 13 Mei 201, bahwa perusahaan Bpk/Ibu
membutuhkan Staff IT.
Saya
Shela Mutia,Usia 20 Tahun,Saya masih menjalani pendidikan di Universitas Gunadarma, Jurusan
Sistem Informasi dengan IPK 3.35 Selama Masa Perkuliahan Saya mengikuti beberapa kursus, workshop dan seminar. Saya
memang belum memiliki pengalaman kerja akan tetapi saya akan berusaha bekerja
sesuai dengan yang Bapak/Ibu harapkan,Karena itu saya sangat tertarik untuk
mengisi posisi pekerjaan yang Bapak/Ibu tawarkan sebagai Staff IT.
Sebagai
bahan pertimbangan bersama ini saya lampirkan :
1.
Surat
Lamaran.
2.
Daftar
Riwayat Hidup.
3.
Pasphoto.
4.
Scan
Izajah dan nilai IPK.
Demikianlah
lamaran ini saya perbuat dengan sebenarnya dan saya sangat senang apabaila
kiranya Bapak/Ibu berkenan memberikan kesempatan interview kepada saya.
Terima Kasih atas perhatiannya.
Hormat Saya,
Shela Mutia.
Untuk
detailnya silahkan download disini :
http://www.4shared.com/file/VYpAGMZX/surat_dinas.html
Tugas Analisa Leksikal
by shela mutia on Nov.22, 2009, under
NAMA : SHELA MUTIA
NPM : 16110509
KELAS : 3KA33
TUGAS : PENGANTAR TEKNIK KOMPILASI
ANALISA LEKSIKAL
http://www.4shared.com/file/oWFt-ORA/analisaleksikal_sela.html
PENALARAN DEDUKTIF
by shela mutia on Nov.22, 2009, under
PENALARAN DEDUKTIF
Penalaran adalah bentuk tertinggi dari pemikiiran dan
sebab itu lebih rumit dibanding pengertian dan proposisi. Secara sederhana
penalaran dapat di definisikan sebagai proses
pengambilan kesimpulan berdasarkan proposisi-proposi yang mendahu luinya.
Penalaran merupakan kegiatan, proses
atau aktivitas berpikir untuk menarik suatu kesimpulan atau membuat suatu
pernyataan baru berdasar pada beberapa pernyataan yang diketahui benar ataupun
yang dianggap benar yang disebut premis. Jika suatu pernyataan atau proposisi
dilambangkan dengan kalimat yang memiliki nilai benar saja atau salah saja,
maka istilah sahih atau tidak sahih berkait dengan penalaran/reasoning ataupun
argumen. Contoh suatu pernyataan adalah: “Surabaya ibukota propinsi Jawa Timur”.
Istilah penalaran atau reasoning dijelaskan Copi (1978) sebagai berikut:
“Reasoning is a special kind of thinking in which inference takes place, in
which conclusions are drawn from premises” (p.5). Dengan demikian jelaslah
bahwa penalaran merupakan kegiatan, proses atau aktivitas berpikir untuk
menarik suatu kesimpulan atau membuat suatu pernyataan baru berdasar pada beberapa
pernyataan yang diketahui benar ataupun yang dianggap benar. Pernyataan yang
diketahui atau dianggap benar yang menjadi dasar penarikan suatu kesimpulan
inilah yang disebut dengan antesedens atau premis. Sedang hasilnya, suatu pernyataan
baru yang merupakan kesimpulan disebut dengan konsekuens atau konklusi.
Penalaran biasanya dibedakan dua macam penalaran:
yakni penalaran
deduktif dan penalaran induktif. Pada Penalaran deduktif,konklusi lebih sempit
dari premis. Pada penalaran induktif, konklusi lebih luas dari premis. Penalaran
induktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan atau proses berfikir yang
menghubung-hubungkan fakta-fakta atau evidensi-evidensi yang bersifat khusus
yang sudah diketahui menuju kesimpulan yang bersifat umum (general). Penalaran
deduktif adalah proses penalaran atau proses berfikir dari hal-hal yang
bersifat umum (general) yang kemudian dibuktikan kebenarannya dengan
menggunakan fakta-fakta atau evidensi-evidensi yang bersifat khusus.
Contoh Penalaran deduktif.
Semua manusia akan mati (premis mayor)
Baambang adalah manusia(premis minor)
Jadi:Bambang akan mati (konklusi)
Karenanya, Jacobs (1982:32) menyatakan: “Deductive
reasoning is a method of drawing conclusions from facts that we accept as true
by using logic ”. Artinya, penalaran deduktif adalah suatu cara penarikan kesimpulan
dari pernyataan atau fakta-fakta yang dianggap benar dengan menggunakan logika.
Suatu hal yang sudah jelas benar pun harus ditunjukkan atau dibuktikan
kebenarannya dengan langkahlangkah yang benar secara deduktif.
KELEBIHAN PENALARAN DEDUKTIF
Pada proses induksi atau penalaran induktif akan didapatkan
suatu pernyataan baru yang bersifat umum (general) yang melebihi kasus-kasus khususnya
(knowledge expanding), dan inilah yang diidentifikasi sebagai suatu kelebihan
dari induksi jika dibandingkan dengan deduksi. Hal ini pulalah yang menjadi
kelemahan deduksi. Pada penalaran deduktif, kesimpulannya tidak pernah melebihi
premisnya. Inilah yang ditengarai menjadi kekurangan deduksi.
Perhatikan contoh induktif berikut:
Mangga manalagi yang masih muda kecut rasanya.
Mangga harum manis yang masih muda kecut rasanya.
Mangga udang yang masih muda kecut rasanya.
Mangga .... yang masih muda kecut rasanya.
------------------------------------------------------------------------
Jadi, semua mangga yang masih muda kecut rasanya.
Kesimpulan di atas bernilai benar karena sampai saat ini
belum ada mangga yang masih muda yang tidak kecut rasanya. Pernyataan itu akan
bernilai salah jika sudah ada ilmuwan yang menghasilkan mangga yang tidak kecut
rasanya meskipun masih muda. Dengan demikian, hasil yang didapat dari induktif
tersebut masih berpeluang untuk menjadi salah. Sedangkan pada deduktif yang
valid atau sahih, kesimpulan yang didapat diklaim tidak akan pernah salah jika
premis-premisnya bernilai benar (truth preserving), sebagaimana ditunjukkan tadi.
Inilah yang diidentifikasi sebagai kelebihan dari deduktif jika dibandingkan
dengan hasil pada proses induktif. Sampai saat ini, para filsuf sedang
memimpikan suatu bentuk argumen atau penalaran yang dapat menghasilkan
pernyataan baru yang bersifat umum yang melebihi kasus-kasus khususnya
(knowledge expanding); dan hasilnya tidak akan salah jika premis-premisnya
bernilai benar (truth preserving). Menurut Giere (1984:45), impian para filsuf
tersebut tidak akan terlaksana dan manusia dituntut untuk memilih salah satu
sesuai dengan kebutuhannya sebagaimana pernyataannya: “The philosophers’ dream
of finding a form of argument that would be both truth preserving and knowledge
expanding is an impossible dream. You must choose one or the other. You cannot
both.” Pernyataan Giere ini telah menunjukkan bahwa kedua penalaran itu
memiliki kelemahan dan kekuatannya sendiri-sendiri. Sebagai penutup dapat
disimpulkan bahwa pada penalaran deduktif yang valid, jika premisnya bernilai
benar maka kesimpulannya tidak akan pernah bernilai salah. Namun jika premisnya
bernilai salah maka kesimpulannya bisa bernilai salah dan bisa juga bernilai
benar.
Daftar Pustaka
Giere, R. N. (1984). Understanding Scientific Reasoning
(2ndEdition). New
York: Holt, Rinehart and Winston.

